SULUTVIRAL.INFO – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menegaskan komitmen menjaga disiplin aparatur dan kualitas pelayanan publik meski berada di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Wakil Bupati Boltim Argo V. Sumaiku memimpin langsung Apel Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Boltim, Senin (26/1/2026), di halaman Kantor Bupati Boltim. Apel tersebut diikuti seluruh ASN lintas organisasi perangkat daerah.
Mewakili Bupati Oskar Manoppo, Argo berdiri di hadapan ratusan aparatur dengan pesan tegas namun menyejukkan: keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat kerja dan kualitas pelayanan.
Dalam suasana pagi yang tertib, barisan ASN tampak rapi mengikuti arahan pimpinan daerah. Momentum apel perdana akhir Januari itu dijadikan pengingat bahwa disiplin adalah fondasi utama pemerintahan profesional.
Disiplin Jadi Budaya di Tengah Keterbatasan Anggaran
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya menjaga etos kerja dan loyalitas aparatur, terlebih pada situasi fiskal daerah yang masih memerlukan pengelolaan cermat.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kita tidak boleh kehilangan semangat kerja. Disiplin harus menjadi budaya, dan pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan tulus, cepat, dan bertanggung jawab,” tegas Argo Sumaiku.
Ia mengingatkan bahwa aparatur negara merupakan wajah pemerintah di mata publik. Setiap sikap, tutur kata, dan keputusan ASN akan mencerminkan kualitas pemerintahan daerah.
Menurut Argo, tantangan ke depan tidak ringan. Kebutuhan masyarakat terus meningkat, sementara ruang fiskal harus dikelola hati-hati. Karena itu, profesionalisme dan integritas aparatur menjadi kunci.
Laporan Keuangan dan Administrasi Harus Tepat Waktu
Selain soal disiplin, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya ketertiban administrasi dan akuntabilitas keuangan. Ia meminta seluruh perangkat daerah segera menyiapkan laporan keuangan secara lengkap dan tepat waktu.
Pesan Bupati Oskar Manoppo turut disampaikan agar tidak ada ASN yang menunda kewajiban administrasi, baik laporan kegiatan maupun pertanggungjawaban anggaran.
“Administrasi yang rapi adalah dasar pemerintahan yang sehat. Jangan menunda laporan, jangan menunggu ditegur,” ujar Argo.
Ia juga mengingatkan ASN agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas, menjaga keselamatan kerja, serta memperhatikan kebersihan dan kerapihan lingkungan kantor sebagai bagian dari budaya pelayanan.
Integritas dan Pelayanan Prima Jadi Ukuran Kinerja
Melalui apel kerja tersebut, Wakil Bupati berharap seluruh ASN dapat meningkatkan kinerja, menjaga integritas, dan memperkuat orientasi pelayanan publik.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh komitmen aparatur dalam melayani masyarakat.
“Pemerintahan yang baik lahir dari aparatur yang disiplin, jujur, dan bekerja sepenuh hati untuk rakyat,” tegasnya.
Sejumlah ASN mengaku arahan pimpinan menjadi pengingat penting di awal tahun kerja.
“Pesan soal disiplin dan laporan keuangan itu sangat relevan. Kami jadi lebih termotivasi untuk bekerja tertib dan tepat waktu,” ujar Rina, salah satu ASN peserta apel.
Pengecekan Kehadiran dan Sanksi Langsung di Lokasi
Usai apel, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia melakukan pengecekan langsung terhadap daftar hadir ASN satu per satu.
Langkah ini menjadi penegasan bahwa kedisiplinan, khususnya kehadiran, merupakan kewajiban mutlak aparatur negara. ASN yang tidak hadir tanpa keterangan jelas langsung dikenai punishment atau sanksi administratif.
Tindakan tegas tersebut mendapat perhatian seluruh peserta apel. Pemkab Boltim menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin, sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja profesional, tertib, dan bertanggung jawab.
Komitmen Pemkab Boltim Bangun ASN Profesional
Dengan kepemimpinan langsung Wakil Bupati di lapangan, apel kerja ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Boltim serius membenahi disiplin aparatur dan kualitas pelayanan publik.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah menargetkan aparatur tetap produktif, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Apel kerja tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerintahan yang kuat lahir dari aparatur yang disiplin, berintegritas, dan melayani dengan hati.



