SULUTVIRAL.INFO – Suasana Aula GMIM Syalom Desa Suluun IV, Kecamatan Suluun Tareran, tampak berbeda pada Senin (26/1/2026). Sejak pagi, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai penjuru kecamatan berdatangan membawa satu harapan yang sama: aspirasi pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Harapan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Suluun Tareran dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2027.
Musrenbang ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., yang hadir mewakili Bupati Minahasa Selatan. Kehadirannya disambut hangat oleh peserta Musrenbang, yang melihat momentum ini sebagai kesempatan menyampaikan langsung suara masyarakat ke pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan ke depan.
“Apa yang disampaikan di forum ini adalah suara masyarakat. Pemerintah hadir untuk mendengar, mencatat, dan memperjuangkannya dalam perencanaan daerah,” ujar Theodorus Kawatu.
Warga Sampaikan Kebutuhan Nyata di Lapangan
Berbagai usulan disampaikan oleh perwakilan desa dan masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas pelayanan dasar, hingga penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Suasana diskusi berlangsung aktif, dengan peserta menyampaikan kondisi riil yang mereka hadapi sehari-hari.
Bagi warga, Musrenbang menjadi ruang penting untuk memastikan kebutuhan desa tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan, tetapi diperjuangkan hingga masuk dalam RKPD Kabupaten Minahasa Selatan.
Salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa keterlibatan warga dalam Musrenbang memberi harapan baru agar pembangunan tidak lagi bersifat top-down.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan hari ini benar-benar diperhatikan dan diwujudkan, karena ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.
Tantangan Anggaran, Harapan Tetap Besar
Wakil Bupati Minahasa Selatan juga secara terbuka menyampaikan kondisi fiskal daerah yang saat ini dihadapkan pada tantangan global dan nasional, termasuk dampak kebijakan transfer keuangan pemerintah pusat ke daerah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh memadamkan semangat pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, dituntut untuk lebih kreatif, efisien, dan tepat sasaran dalam menyusun program.
Menurutnya, Musrenbang kecamatan menjadi kunci agar program yang diusulkan benar-benar prioritas, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat, serta selaras dengan RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan.
Perencanaan yang Transparan dan Berpihak pada Rakyat
Musrenbang RKPD Kecamatan Suluun Tareran dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal hasil Musrenbang agar tidak berhenti pada tataran usulan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program pembangunan daerah.
“Perencanaan yang baik dimulai dari mendengar masyarakat. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama,” tegasnya.
Dihadiri Unsur Forkopimca dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Verke Pomantow, S.E. dan Andries Rumondor, S.T., Kapolsek Suluun Tareran IPDA Harto Tutu, serta SERKA Lexi Tirompade yang mewakili Danramil 1302-16 Tumpaan.
Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para pendamping desa, perwakilan BPD, serta perangkat desa se-Kecamatan Suluun Tareran.
Wakil Bupati Minahasa Selatan didampingi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, jajaran Pemkab Minahasa Selatan, Camat Suluun Tareran Drs. Tonnie Lantang, serta para Hukum Tua.
Melalui Musrenbang ini, masyarakat berharap pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2027 benar-benar lahir dari kebutuhan rakyat dan memberi manfaat nyata hingga ke desa-desa.




