SULUTVIRAL.INFO — Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan kewaspadaan nasional guna menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Situasi dunia saat ini dinilai tengah dibayangi konflik ideologi, pergeseran geopolitik, serta ketidakpastian yang berdampak nyata bagi Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Presiden Soroti Dinamika Global yang Kian Kompleks
Presiden mengungkapkan, pengamatannya dalam berbagai forum internasional, termasuk World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menunjukkan adanya kecemasan kolektif di antara pemimpin dunia.
Konflik Ideologi dan Pergeseran Geopolitik Jadi Ancaman Nyata
Eskalasi konflik global saat ini dianggap berada pada titik yang mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu stabilitas internasional.
“Realitas hubungan internasional saat ini masih sangat dipengaruhi oleh kekuatan dan kepentingan strategis global,” ujar Presiden.
Politik Luar Negeri Bebas Aktif Tetap Jadi Pegangan Indonesia
Di hadapan jajaran pimpinan daerah, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia tetap teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta posisi nonblok. Namun, posisi tersebut tidak boleh membuat Indonesia lengah.
Kemandirian Nasional Dinilai Kunci Menjaga Kedaulatan
Menurut Presiden, sikap diplomasi tersebut harus dibarengi dengan penguatan kemandirian nasional.
Hal ini krusial untuk menjamin keselamatan rakyat dan memastikan kedaulatan negara tetap terjaga di tengah tarikan kepentingan kekuatan besar.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Perkuat Ketahanan Nasional
Presiden menginstruksikan pemerintah pusat maupun daerah untuk bersinergi dalam menjaga ketahanan nasional, mengingat dampak ketidakpastian global sering kali merembet ke sektor ekonomi dan sosial di tingkat akar rumput.
