SULUTVIRAL.INFO – Seorang nelayan asal Desa Damau Bowone, Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Napombaru. Korban bernama Yulianus Genggang (39). Ia belum kembali ke rumah sejak berangkat mencari ikan pada Sabtu, 31 Januari 2026, subuh. Hingga Minggu dini hari, keluarga tidak menerima kabar apa pun dari korban.
Menurut keterangan kepolisian, Yulianus meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WITA dengan menggunakan perahu jenis pamboat. Ia menuju perairan Napombaru, lokasi yang biasa ia gunakan untuk mencari ikan sehari-hari.

Kronologi Hilangnya Nelayan Talaud
Istri korban, Darti Umbeang, melaporkan kejadian tersebut kepada Ka Pospol Damau, Aiptu Roni Ansiga, pada Minggu, 1 Februari 2026, dini hari. Laporan itu disampaikan setelah Yulianus tidak kunjung pulang hingga melewati tengah malam.
Keluarga sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka langsung melakukan pencarian mandiri sejak Sabtu malam.
“Pihak keluarga sudah melakukan upaya pencarian sejak Sabtu pukul 23.00 WITA hingga Minggu pukul 03.00 WITA, namun belum menemukan hasil di sekitar perairan Napombaru,” kata Kapolsek Kabaruan, IPDA Andika Amisi, S.H.
Upaya pencarian awal itu melibatkan keluarga dan warga sekitar dengan menyisir jalur yang biasa dilalui korban saat melaut. Namun kondisi laut menyulitkan proses pencarian.
Kondisi Laut Tidak Bersahabat
Polisi menerima laporan bahwa kondisi laut di sekitar Napombaru sedang tidak bersahabat. Gelombang besar dan arus laut yang kuat mendominasi wilayah tersebut sejak Sabtu hingga Minggu dini hari.
Informasi ini diperoleh dari keluarga korban dan saksi yang berada di sekitar lokasi. Cuaca buruk itu diduga menjadi faktor utama yang mempersulit korban untuk kembali ke daratan.
Berdasarkan hasil sementara, kepolisian mengidentifikasi dua kemungkinan penyebab hilangnya Yulianus, yakni faktor cuaca ekstrem dan gangguan teknis pada perahu.
Korban diduga kehilangan arah akibat jarak pandang terbatas dan angin kencang. Selain itu, polisi juga menduga mesin perahu pamboat mengalami kerusakan, sehingga perahu hanyut terbawa arus laut yang kuat.
Polisi dan Pemerintah Perluas Pencarian
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Kabaruan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Damau dan Pemerintah Desa Damau Bowone. Aparat gabungan berupaya memperluas radius pencarian ke sejumlah titik perairan yang berpotensi menjadi jalur hanyut korban.
“Kami masih terus melakukan pencarian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lain yang mungkin mengetahui posisi terakhir korban,” tambah IPDA Andika Amisi.
Koordinasi lintas pihak ini diharapkan mempercepat proses pencarian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang masih berisiko.
Imbauan untuk Nelayan di Wilayah Kabaruan
Menyikapi kejadian tersebut, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan kepada seluruh nelayan di wilayah Kabaruan dan sekitarnya.
Polisi meminta masyarakat nelayan selalu memantau perkembangan cuaca dari BMKG sebelum melaut. Selain itu, nelayan juga diimbau memastikan kondisi perahu dan mesin dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.
Kasus hilangnya nelayan ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama ketika cuaca tidak menentu dan gelombang tinggi melanda perairan Kepulauan Talaud.


