SULUTVIRAL.INFO – Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar melaporkan secara resmi Kejadian Luar Biasa (KLB) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor BGN Pusat, Jakarta. Melalui pertemuan ini, BGN memastikan penggantian biaya perawatan siswa terdampak sekaligus menyiapkan langkah tegas terhadap SPPG yang bermasalah.
Langkah cepat tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tomohon melindungi peserta program MBG. Selain itu, pemerintah daerah mendorong penanganan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Laporan KLB MBG Diserahkan Lengkap
Dalam pertemuan tersebut, Wawali Sendy Rumajar menyerahkan hasil laboratorium, daftar nama siswa terdampak, serta rekomendasi resmi Pemkot Tomohon. Dokumen ini memuat data medis siswa yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit di Kota Tomohon.
Oleh karena itu, Pemkot Tomohon meminta perhatian serius pemerintah pusat. Pemerintah daerah menilai penanganan menyeluruh akan mencegah kejadian serupa terulang. Dengan langkah ini, koordinasi pusat dan daerah berjalan lebih terarah.
BGN Pastikan Biaya Perawatan Siswa Diganti
Menanggapi laporan tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan BGN akan mengganti seluruh biaya perawatan siswa terdampak. Kebijakan ini mencakup seluruh siswa yang dirawat akibat KLB MBG di Kota Tomohon.
“BGN mengganti biaya perawatan siswa yang terdampak dan memastikan hak mereka terpenuhi,” ujar Dadan Hindayana.
Selain itu, ia menegaskan BGN akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak bekerja profesional. Selanjutnya, BGN akan mengecek ulang seluruh SPPG untuk memastikan kesesuaian standar layanan, sejalan dengan penguatan program makan bergizi gratis secara nasional.
Tim Investigasi dari Jakarta Turun ke Tomohon
Lebih lanjut, BGN memastikan akan mengirim tim investigasi dari Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap SPPG di Kota Tomohon. Tim ini akan memfokuskan evaluasi pada unit yang terindikasi bermasalah.
Tim investigasi akan menilai prosedur kerja, standar kebersihan, serta sistem distribusi makanan. Dengan pendekatan ini, BGN berharap menemukan akar persoalan secara objektif. Pada saat yang sama, pemerintah pusat menyiapkan rekomendasi perbaikan berbasis temuan lapangan.
Langkah investigasi ini juga sejalan dengan penguatan tata kelola layanan gizi di berbagai daerah, termasuk upaya peningkatan kualitas layanan gizi masyarakat di wilayah lain Sulawesi Utara.
Pemkot Harap Perbaikan dan Penambahan SPPG
Pemkot Tomohon berharap evaluasi dan investigasi tersebut mendorong perbaikan menyeluruh serta penambahan SPPG yang memenuhi standar. Dengan demikian, masyarakat Tomohon dapat kembali menerima layanan MBG secara aman dan berkualitas.
Selain itu, Pemkot menilai penguatan koordinasi dengan BGN menjadi kunci keberhasilan program. Oleh sebab itu, komunikasi intensif pusat dan daerah akan terus dilakukan demi menjamin keselamatan peserta program.
Dengan penanganan tegas dan terukur, Pemkot Tomohon optimistis kepercayaan publik terhadap program MBG dapat pulih, sekaligus memastikan layanan gizi berjalan lebih baik ke depan.

