SULUTVIRAL.INFO – Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai mengubah cara mempromosikan daerah melalui transformasi digital terintegrasi. Oleh karena itu, Pemkab Minahasa menjajaki kerja sama teknologi pemetaan digital dan kecerdasan buatan di Jakarta.
Deretan gedung pencakar langit di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan, menjadi latar pertemuan strategis tersebut. Selanjutnya, rombongan Pemkab Minahasa menggelar kunjungan kerja di lantai 88 Gedung EightyEight, Selasa (10/2/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda D. Watania memimpin langsung agenda ini. Ia membawa misi jelas, yakni mengemas potensi daerah agar tampil lebih modern, visual, dan kompetitif.
Membongkar Pola Promosi Konvensional
Dalam pertemuan itu, Lynda bertatap muka dengan CEO PT GoVirtual Indonesia Bobby Chem dan Direktur Kemitraan Dedi Junaidi. Melalui diskusi tersebut, Pemkab Minahasa membedah pola promosi lama yang masih mengandalkan data statis.
Selama ini, informasi destinasi wisata dan peluang investasi Minahasa kerap tersaji terbatas. Akibatnya, calon investor dan wisatawan sulit memperoleh gambaran utuh potensi daerah.
Sebaliknya, teknologi virtual tour berbasis AI mampu mengubah peta wilayah menjadi pengalaman visual interaktif. Dengan demikian, potensi Minahasa dapat tampil lebih hidup dan mudah diakses secara global.
“Pemanfaatan teknologi seperti virtual tour dan AI sangat relevan untuk membantu pemerintah daerah memetakan potensi serta mempromosikan keunggulan Minahasa secara lebih luas dan efektif,” ujar Lynda.
Digitalisasi untuk Pelayanan dan Investasi
Menurut Lynda, digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Sebaliknya, transformasi ini menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan modern.
Oleh karena itu, Pemkab Minahasa menargetkan integrasi sistem lintas sektor. Mulai dari promosi wisata, pemetaan wilayah, hingga perizinan investasi akan masuk dalam satu ekosistem digital.
Pendekatan ini sejalan dengan penguatan ekonomi daerah, termasuk dorongan perluasan akses UMKM yang membutuhkan dukungan sistem digital adaptif.
Dengan platform virtual, investor dapat meninjau potensi wilayah tanpa harus hadir langsung. Sementara itu, wisatawan dapat menjelajah Minahasa secara visual sebelum menentukan kunjungan.
Sinyal Kolaborasi Lintas Sektor
Keseriusan Pemkab Minahasa terlihat dari komposisi rombongan yang hadir. Lynda didampingi sejumlah pejabat strategis lintas perangkat daerah.
Mereka antara lain Ricky Laloan (Kepala Dinas Kominfo), Mekry Sondey (Kepala Dinas PTSP), Edwin Muntu (Kepala Bapelitbangda), serta Vandi Maswonggo (Kepala Bidang Persandian).
Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa rencana kolaborasi tidak bersifat parsial. Sebaliknya, kerja sama ini menyasar pariwisata, investasi, hingga keamanan data.
Jika kolaborasi ini terwujud, Minahasa siap meninggalkan pola promosi lama. Dengan demikian, potensi ekonomi daerah dapat terkoneksi langsung dengan dinamika regional Sulawesi Utara, sejalan dengan tren ekonomi Sulut tumbuh.
Pertemuan di Casablanca menjadi sinyal awal. Minahasa kini bersiap tampil sebagai daerah yang adaptif, modern, dan berdaya saing di ruang digital global.
