SULUTVIRAL.INFO – Tulude Poigar 2026 menyatukan ratusan warga di Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (14/2/2026). Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, hadir langsung dan mengajak masyarakat menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman.
Wakil Bupati Dony Lumenta datang bersama Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Bolaang Mongondow, Ny. Syliane Lumenta-Pangalila, S.Th. Selain itu, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Poigar, tokoh adat, dan masyarakat setempat memenuhi lokasi kegiatan sejak pagi.
Panitia mengusung tema “Nasembau u gighile sendingganeng; lumbea taung 2026 su tulumang u mawu.” Tema tersebut mengajak warga bersyukur atas penyertaan Tuhan sekaligus menata langkah menyongsong tahun 2026 dengan hati yang baru.

Tradisi Syukur yang Menyatukan Warga
Tulude merupakan tradisi masyarakat Nusa Utara yang mengakar kuat di Sulawesi Utara. Di Poigar, warga menjaga warisan budaya itu dan merayakannya dengan penuh kekeluargaan. Ratusan warga menghadiri prosesi doa adat, pemotongan kue tamo, serta pertunjukan seni budaya.
Selain itu, tokoh adat memimpin doa sebagai simbol syukur dan harapan. Warga lintas suku dan agama berdiri berdampingan mengikuti seluruh rangkaian acara. Momentum ini memperlihatkan wajah toleransi yang hidup di tengah masyarakat Bolmong.
Sejalan dengan semangat kebersamaan itu, pemerintah daerah terus mendorong pelayanan publik yang merata. Komitmen tersebut terlihat dalam berbagai langkah nyata, termasuk penguatan akses kesehatan bagi warga melalui program ambulans Bolmong yang mempercepat layanan darurat di wilayah terpencil.

Wakil Bupati Tekankan Persatuan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dony Lumenta menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tulude sebagai ruang refleksi sekaligus penguat komitmen membangun daerah.
“Melalui Tulude ini, kita perkuat persatuan dan toleransi. Kita rawat kebersamaan agar Bolmong tetap aman, damai, dan maju,” ujar Dony Lumenta di hadapan ratusan warga.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda menjaga nilai luhur budaya sebagai fondasi karakter daerah.

Selain menghadiri perayaan budaya, pemerintah kabupaten juga aktif memperkuat koordinasi lintas sektor melalui agenda sinergi pembangunan guna mempercepat infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Simbol Toleransi di Tanah Bolmong
Tulude Poigar 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Perayaan ini menghadirkan simbol kuat tentang bagaimana masyarakat berbeda latar belakang dapat hidup berdampingan dan saling menghormati.
Sementara itu, ratusan warga yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. Mereka mengikuti prosesi dengan khidmat dan penuh sukacita. Kehadiran unsur Forkopimcam juga memperkuat pesan bahwa pemerintah kecamatan mendukung pelestarian budaya lokal.

Di tingkat provinsi, kepala daerah terus menyatukan arah kebijakan melalui forum strategis seperti rapat kerja gubernur sehingga stabilitas dan pembangunan daerah berjalan selaras.
Dengan demikian, Tulude Poigar 2026 menghadirkan pesan jelas bagi masyarakat. Tradisi tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memperkokoh fondasi sosial. Warga Poigar membuktikan bahwa persatuan dan toleransi tumbuh kuat ketika budaya dan kebersamaan berjalan seiring dalam kehidupan sehari-hari.
