SULUTVIRAL.INFO – Seekor buaya pantai Kolongan sepanjang sekitar buaya 4 meter muncul di perairan Pantai Kolongan, Desa Kolongan, Kecamatan Kombi, Minahasa, Minggu sore (22/2/2026). Warga yang melihat kemunculan reptil tersebut langsung meningkatkan kewaspadaan dan menjauh dari bibir pantai.
Kemunculan buaya terjadi sekitar pukul 16.00 WITA di area Pantai Tinggian. Karena hewan itu berenang tidak jauh dari daratan, warga segera memberi peringatan kepada pengunjung agar tidak mendekati air.

Kemunculan Buaya di Pesisir Kombi
Warga pertama kali melihat bagian kepala buaya pantai Kolongan muncul ke permukaan. Selanjutnya, beberapa nelayan memastikan ukuran satwa tersebut cukup besar dan berpotensi mengganggu aktivitas laut.
Selain itu, aparat desa segera menginformasikan situasi kepada kepolisian setempat. Polisi kemudian datang untuk memantau lokasi dan memastikan warga tetap tertib.
Peristiwa ini menambah perhatian publik terhadap kemunculan reptil di Sulawesi Utara. Sebelumnya, masyarakat juga mencermati laporan buaya di Marina Plaza yang mendorong peningkatan kewaspadaan warga pesisir Manado.
Nelayan dan Warga Bergerak Cepat
Setelah memastikan posisi satwa, nelayan segera menyusun langkah penanganan. Mereka menggunakan jubi dan tali untuk mengendalikan pergerakan buaya 4 meter tersebut.

Sementara itu, warga membantu mengatur jarak aman agar tidak terjadi kerumunan di Pantai Kolongan. Dengan koordinasi yang baik, nelayan akhirnya berhasil menarik buaya ke daratan dan mengikatnya.
Kapolsek Kombi AKP Andris Kasim memantau langsung proses tersebut. Ia memastikan seluruh proses berlangsung tertib.
“Kami mengutamakan keselamatan warga. Kami minta masyarakat tetap mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
Imbauan Kepolisian untuk Aktivitas Laut
Setelah aparat mengamankan buaya pantai Kolongan, polisi langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. Selain itu, polisi meminta warga membatasi aktivitas di laut sementara waktu.
Imbauan tersebut bertujuan menjaga keselamatan masyarakat pesisir. Aparat desa juga menyampaikan pengumuman resmi agar warga tidak berenang terlalu jauh.
Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika wilayah pesisir memang menjadi perhatian. Insiden laut seperti kecelakaan perairan Pulau Gangga sebelumnya juga mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat Minahasa Utara.
Pantai Kolongan Tetap Dipantau
Pantai Kolongan selama ini menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk beraktivitas di pesisir. Oleh karena itu, kemunculan buaya pantai Kolongan langsung menarik perhatian masyarakat sekitar.

Seorang warga mengaku terkejut saat melihat buaya muncul tidak jauh dari pantai. “Kami langsung saling memberi tahu supaya semua menjauh dari air,” katanya.
Sementara itu, pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan wilayah pesisir. Upaya pembangunan kawasan juga terus berjalan, termasuk peningkatan akses seperti perbaikan Jalan Ir Soekarno yang mendukung mobilitas masyarakat.
Dengan koordinasi antara nelayan, warga, dan aparat, situasi Pantai Kolongan kembali terkendali. Aparat kini terus memantau perkembangan di lapangan demi menjaga kenyamanan masyarakat dan pengunjung.
