SULUTVIRAL.INFO — Kabar duka menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara. Mantan Bupati pertama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Hamdan Datunsolang, meninggal dunia pada Minggu (22/2/2026) dini hari.
Tokoh birokrat senior tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 01.11 Wita di Rumah Sakit Sentra Medika, Manado. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat Boltara yang mengenalnya sebagai peletak fondasi pembangunan daerah.
Perjalanan Hidup dan Karier
Hamdan Datunsolang lahir di Bintauna pada 31 Juli 1950. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia birokrasi sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Kariernya dimulai di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Berkat pengalaman serta integritas yang dimiliki, Hamdan pernah dipercaya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Gorontalo Utara.

Setelah pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN), ia memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur politik di tanah kelahirannya, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang kini terus berkembang dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk bidang pendidikan dan pelayanan publik seperti diberitakan dalam program pendidikan nonformal adaptif.
Menjadi Bupati Pertama Boltara
Puncak karier politik Hamdan Datunsolang terjadi pada tahun 2008 saat mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boltara perdana. Ia berpasangan dengan Depri Pontoh dan diusung oleh Partai Golkar.
Pasangan tersebut berhasil meraih kemenangan dan mendapatkan mandat rakyat. Hamdan pun tercatat dalam sejarah sebagai bupati definitif pertama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Sebagai pemimpin di daerah otonom baru, ia mengemban tanggung jawab besar dalam membangun fondasi pemerintahan. Ia menyusun struktur birokrasi, membangun sistem administrasi, serta memperkuat konsolidasi pemerintahan hingga ke desa-desa, sebagaimana semangat konsolidasi pemerintahan hingga desa yang terus digaungkan dalam kepemimpinan daerah.
Sosok Peletak Fondasi Daerah
Hamdan dikenal sebagai pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun daerah. Ia berperan penting dalam meletakkan dasar pembangunan Boltara di masa awal pembentukannya.
“Beliau adalah sosok pemimpin yang gigih dalam membangun fondasi awal Boltara. Dedikasinya bagi daerah sangat besar,” ujar salah satu kerabat almarhum.
Fondasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang ia bangun menjadi pijakan bagi kepemimpinan berikutnya, termasuk dalam berbagai agenda strategis daerah seperti pelantikan pejabat Boltara 2026 yang menjadi bagian dari kesinambungan roda pemerintahan.
Kepergian Hamdan Datunsolang memunculkan rasa kehilangan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang pernah merasakan kontribusinya.
Ucapan Duka Mengalir
Hingga berita ini diturunkan, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, pejabat pemerintahan di Sulawesi Utara, hingga masyarakat umum.
Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan dan dimakamkan di kediaman keluarga.
Semoga amal ibadah serta pengabdian almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

