SULUTVIRAL.INFO – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama untuk menjaga stabilitas daerah serta mempercepat pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan komitmen itu saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara, Selasa, 25 Februari 2026.
Gubernur menilai peran ulama sangat strategis dalam merawat kerukunan antarumat beragama dan memperkuat fondasi moral masyarakat. Ia juga mengapresiasi kontribusi MUI dalam menjaga harmoni sosial di Bumi Nyiur Melambai.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan moral dan spiritual agar setiap kebijakan berjalan seimbang dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Simbol Persaudaraan dan Kebersamaan
Gubernur menyebut kegiatan buka puasa bersama itu sebagai simbol kuatnya persaudaraan di Sulawesi Utara yang dihuni lebih dari 2,6 juta jiwa. Ia menegaskan bahwa keberagaman menjadi kekuatan utama daerah.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh pembangunan karakter dan nilai spiritual masyarakat. Karena itu, pemerintah terus membangun ruang dialog dengan tokoh agama.
“Pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa dan harmoni masyarakat,” ujar Yulius Selvanus.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan harus terus dijaga agar Sulawesi Utara tetap menjadi contoh toleransi nasional. Sejalan dengan itu, Pemprov Sulut juga menguatkan arah pembangunan jangka panjang melalui kebijakan strategis seperti RTRW Sulut dua dekade yang menekankan keseimbangan ekonomi dan sosial.
Ulama Mitra Strategis Pemerintah
Gubernur menempatkan MUI Sulawesi Utara sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa dukungan serta doa para ulama memberi energi moral dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Ia mendorong agar silaturahmi seperti ini terus berlangsung secara rutin. Melalui forum tersebut, pemerintah dapat menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan membangun komunikasi dua arah yang terbuka.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan tokoh agama akan memperkuat stabilitas sosial, terutama di tengah dinamika pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam berbagai kesempatan, ia juga menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan, seperti yang ia sampaikan dalam agenda strategi 2026 Sulut yang mengedepankan pertumbuhan inklusif.
“Pertemuan ini menjadi sarana komunikasi langsung antara pimpinan daerah dengan para pemuka agama,” katanya.
Komitmen tersebut mempertegas visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjadikan daerah ini sebagai laboratorium kerukunan yang mengedepankan toleransi, inklusivitas, dan persatuan.
Dihadiri Unsur Pemerintah dan Tokoh Agama
Kegiatan buka puasa bersama itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara, jajaran perangkat daerah, pengurus MUI Sulut, serta tokoh-tokoh agama.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang partisipasi publik dalam setiap agenda strategis. Ia ingin memastikan pembangunan berjalan seiring dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan.
Selain memperkuat dialog, Pemprov Sulut juga mengarahkan kebijakan ekonomi agar berdampak langsung pada masyarakat. Pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat, sebagaimana tercermin dalam laporan ekonomi Sulut 2026, harus berjalan selaras dengan stabilitas sosial.
Melalui momentum Ramadan ini, Gubernur Yulius Selvanus kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang inklusif, aman, dan sejahtera. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta memperkuat nilai kebersamaan demi kemajuan Sulawesi Utara yang berkelanjutan.
