SULUTVIRAL.INFO – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia sebagai bagian strategi besar mewujudkan swasembada energi nasional.
Pemerintah menempatkan energi surya sebagai prioritas untuk memperkuat ketahanan energi. Selain itu, langkah ini memperluas pemanfaatan energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia.
Agenda percepatan pembangunan PLTS dibahas dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada 5 Maret 2026. Program ini juga berkaitan dengan agenda transformasi energi nasional yang menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi.
Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS Hingga 100 Gigawatt
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan pemerintah menargetkan kapasitas PLTS nasional mencapai 100 gigawatt.
Pemerintah memulai tahap awal pembangunan dengan kapasitas sekitar 13 gigawatt. Pemerintah memilih wilayah yang sudah memiliki jaringan distribusi listrik agar implementasi proyek berjalan lebih cepat.
Rosan mengatakan program ini dirancang menjangkau seluruh desa di Indonesia secara bertahap.
“Pada dasarnya program ini direncanakan menjangkau seluruh desa di Indonesia. Namun pada tahap awal pemerintah memprioritaskan daerah yang sudah memiliki jaringan distribusi listrik,” ujar Rosan kepada awak media.
Investasi Industri Energi Surya Terus Mengalir
Pemerintah menerima investasi untuk memperkuat ekosistem industri energi surya di dalam negeri. Salah satu investasi berupa pembangunan pabrik senilai sekitar 1,4 miliar dolar Amerika Serikat.
Perusahaan investor membangun fasilitas produksi komponen energi surya dengan kapasitas hingga 50 gigawatt. Produksi dalam negeri ini akan mempercepat pembangunan proyek PLTS nasional.
“Fasilitas produksi tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun ini,” kata Rosan.
Langkah penguatan industri ini juga mendukung strategi pemerintah memperkuat kedaulatan energi Indonesia melalui kerja sama investasi dan pengembangan teknologi.
Prototipe PLTS Dikembangkan di Sumenep
Pemerintah juga mengembangkan proyek percontohan PLTS melalui Badan Pengelola Investasi Danantara. Proyek tersebut berada di Kabupaten Sumenep dengan kapasitas sekitar 1 megawatt.
Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan meninjau langsung proyek tersebut.
Hasil evaluasi proyek percontohan ini akan menjadi dasar pengembangan PLTS di berbagai daerah.
“Prototipe PLTS yang dikembangkan Danantara di Sumenep akan kami evaluasi sebelum memperluas program ke wilayah lain,” ujar Rosan.
Presiden Dorong Skema Pendanaan Beragam
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan pembangunan PLTS melalui berbagai skema pembiayaan.
Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara mempelajari struktur pendanaan yang paling efektif. Pemerintah ingin memastikan proyek energi surya berjalan cepat dan berkelanjutan.
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta dan perusahaan teknologi energi global.
Kebijakan ini sejalan dengan agenda ekonomi pemerintah yang menekankan penguatan industri nasional dan investasi strategis.
Dengan dukungan investasi dan teknologi, pemerintah berharap pembangunan PLTS nasional memperluas penggunaan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
