SULUTVIRAL.INFO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE memimpin pengecekan pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Presisi Mapolda Sulut, Manado, Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menandai kesiapan aparat dalam menjaga keamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri di Sulawesi Utara.
Gubernur Yulius Selvanus meninjau barisan pasukan bersama jajaran TNI, Polri, serta unsur pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh personel siap menjalankan pengamanan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut hari raya dengan tenang.
Polda Sulawesi Utara menyiapkan sekitar 623 personel dalam Operasi Ketupat Samrat 2026. Aparat juga menempatkan 80 pos pengamanan yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di berbagai titik strategis jalur mudik.
Operasi Ketupat berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Pengamanan mencakup jalur transportasi darat, pelabuhan, bandara, pusat keramaian, serta lokasi ibadah di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Gubernur Tekankan Rasa Aman bagi Masyarakat

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa fokus utama Operasi Ketupat tahun 2026 adalah menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat. Ia meminta seluruh personel menjaga situasi kondusif selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Menurut Yulius Selvanus, pengamanan tidak hanya berfokus pada aktivitas mudik umat Muslim. Aparat juga memberi perhatian pada umat Hindu yang melaksanakan Catur Brata Penyepian.
“Fokus utama tahun ini memastikan rasa aman bagi saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri, serta umat Hindu yang melaksanakan Catur Brata Penyepian,” ujar Yulius Selvanus.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan terus memperkuat koordinasi agar setiap kegiatan keagamaan berjalan tertib. Sinergi lintas institusi menjadi kunci menjaga stabilitas daerah selama momentum besar keagamaan.
Sulut Diharapkan Tetap Menjadi Contoh Toleransi
Gubernur Yulius Selvanus juga menyoroti pentingnya menjaga nilai toleransi yang telah lama menjadi kekuatan Sulawesi Utara. Ia mengajak seluruh pihak menjaga kerukunan antarumat beragama selama Ramadan dan hari raya.
Menurutnya, kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus terus berjalan kuat agar masyarakat merasakan keamanan secara nyata. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kerukunan sosial.
Upaya menjaga keharmonisan masyarakat juga terlihat dalam berbagai kegiatan lintas agama yang digelar pemerintah daerah. Komitmen tersebut sebelumnya terlihat dalam upaya memperkuat sinergi pemerintah dan ulama guna menjaga stabilitas serta kerukunan masyarakat di Sulawesi Utara.
“Sulawesi Utara tetap menjadi contoh toleransi. Dengan sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah, kita siap menyambut arus mudik dengan lancar dan penuh kedamaian,” kata Yulius Selvanus.
Keselamatan Pemudik Jadi Prioritas
Selain menekankan kesiapan aparat, Gubernur Yulius Selvanus juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keselamatan sebelum melakukan perjalanan mudik. Ia meminta masyarakat mempersiapkan kendaraan serta kondisi fisik sebelum menempuh perjalanan jauh.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan risiko kecelakaan selama arus mudik. Pemerintah daerah terus mendorong pelayanan publik yang memberi rasa aman bagi masyarakat, seperti yang terlihat dalam peningkatan akses layanan kesehatan warga di berbagai daerah Sulawesi Utara.
“Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Siapkan kendaraan dan fisik Anda sebelum mudik,” tegas Yulius Selvanus.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus memperkuat pendekatan humanis kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk melalui safari Ramadan pemerintah provinsi yang mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan kesiapan aparat serta dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah berharap arus mudik di Sulawesi Utara berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga perayaan Idul Fitri.
