SULUTVIRAL.INFO – Di Kabupaten Minahasa Selatan, garis komando militer tidak berhenti di balik meja markas.
Ia memanjang, melintasi jalanan aspal, hingga berakhir di ujung sekop yang dipegang seorang Babinsa di sebuah gang sempit Kelurahan Kawangkoan Bawah.
Jumat pagi, 9 Januari 2026, menjadi panggung bagi sinergi struktur teritorial Kodim 1302/Minahasa. Di level kebijakan, Kodim memastikan setiap jajarannya peka terhadap kebutuhan lokal.
Instruksi itu diterjemahkan secara taktis oleh Koramil 1302-14/Amurang melalui aksi nyata di lapangan.
Hasilnya? Sebuah kerja bakti pembangunan jalan setapak yang digerakkan oleh Koptu Feri Rahman.
Feri, sang Babinsa, adalah ujung tombak. Namun di belakangnya, ada restu organisasi yang kuat.
ini selaras dengan penekanan Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf. Bonaventura Ageng F.S. agar seluruh Babinsa selalu hadir di tengah rakyat.
Gerakan bahu-membahu bersama warga di Lingkungan IV ini merupakan manifestasi dari fungsi pembinaan teritorial yang dirancang untuk memperkuat ketahanan wilayah dari unit terkecil: Lingkungan Desa.
Bagi Koramil Amurang, keterlibatan personelnya dalam mengecor jalan bukan sekadar bantuan tenaga. Ini adalah upaya menjaga denyut nadi kemanunggalan.
Ketika negara hadir melalui seragam loreng yang ikut berkeringat mengaduk semen sejak pukul 08.00 hingga 10.00 WITA, di sanalah kepercayaan publik dirawat.
“Ini adalah kerja kolektif. Kodim memberi arah, Koramil mengoordinasi, dan Babinsa mengeksekusi di lapangan bersama rakyat,” tulis narasi tersirat dari aksi tersebut.
Penyelesaian jalan setapak ini memang tampak sederhana bagi mereka yang tinggal di kota besar seperti Manado.
Namun, bagi masyarakat Amurang Barat, ini adalah bukti bahwa hierarki militer dari tingkat Kodim hingga Babinsa masih berfungsi sebagai solusi konkret atas sulitnya akses infrastruktur desa.
Saat beton mulai mengeras, ia tidak hanya menyatukan material, tapi juga memperkokoh hubungan antara rakyat dan prajuritnya.(nes)
