SULUTVIRAL.INFO — Uap hangat mengepul dari permukaan kolam Golden Green di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu sore pekan lalu. Sementara itu, udara pegunungan yang sejuk langsung menyelimuti kawasan tersebut dan menciptakan suasana rileks sejak pengunjung tiba.
Pada saat yang sama, puluhan keluarga memilih berendam di kolam air panas alami itu. Anak-anak bermain air dengan riang, sementara para orang tua berbincang santai di tepi kolam. Dengan demikian, suasana kebersamaan terasa kuat di tengah kepulan uap hangat.
Bagi warga sekitar, Golden Green bukan sekadar tempat mandi. Oleh karena itu, kolam air panas ini berfungsi sebagai ruang temu keluarga sekaligus tempat memulihkan energi setelah rutinitas panjang.
Air Panas Alami dan Manfaat Relaksasi
Selain menghadirkan kenyamanan, pengunjung juga memanfaatkan air panas kaya mineral untuk membantu meredakan nyeri otot dan melancarkan peredaran darah. Dengan demikian, Golden Green tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga pengalaman wisata sehat yang diminati lintas usia.
“Setelah berendam, badan terasa lebih segar. Selain itu, tempat ini cocok untuk melepas penat,” kata Yanti, pengunjung rutin yang kerap datang bersama keluarganya.
Sejalan dengan tren wisata kesehatan, destinasi ini semakin dikenal sebagai bagian dari wisata air panas yang berkembang di Minahasa.
Tradisi Berendam yang Mengakar di Minahasa
Tradisi berendam air panas telah lama hidup di tengah masyarakat Minahasa. Karena itu, banyak warga meyakini aktivitas ini mampu menenangkan pikiran di tengah tekanan aktivitas harian.
Selain itu, pengunjung kerap mengombinasikan kunjungan ke Golden Green dengan agenda wisata lain di kawasan Tondano. Dengan pola tersebut, perputaran ekonomi lokal ikut bergerak, sebagaimana terlihat pada geliat destinasi seperti Sumaru Endo.
Pengelolaan dan Dampak Ekonomi Lokal
Sementara itu, pihak pengelola Golden Green terus menjaga kualitas layanan. Mereka secara rutin memastikan kebersihan kolam, kejernihan air, serta kenyamanan lingkungan sekitar. Dengan langkah ini, pengelola mempertahankan kepercayaan pengunjung secara berkelanjutan.
“Kami berupaya memberikan pengalaman terbaik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar,” ujar salah satu pengelola Golden Green.
Pada akhirnya, meningkatnya kunjungan ke Golden Green mempertegas potensi wisata air panas Minahasa. Oleh sebab itu, pengelolaan yang konsisten berpeluang mendorong ekonomi warga sekitar, sejalan dengan pengembangan kawasan wisata Tondano dan sekitarnya, termasuk wilayah destinasi Minahasa.
