SULUTVIRAL.INFO – BNPB bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Kamis (8/1). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif sekaligus menyiapkan langkah pemulihan pascabencana.
Plt Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, bersama Deputi Kemenko PMK Lilik Kurniawan menyerahkan bantuan logistik berupa sembako, selimut, matras, tenda keluarga, dan perlengkapan kebersihan kepada pemerintah daerah.
Banjir bandang terjadi pada Senin (5/1) dini hari akibat hujan deras berkepanjangan yang memicu luapan sungai dan membawa material lumpur serta kayu ke kawasan permukiman. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Januari 2026.
Data sementara mencatat 17 orang meninggal dunia, dua orang masih hilang, dan 26 warga mengalami luka-luka. Bencana ini berdampak pada empat kecamatan dengan kerusakan ratusan rumah, lima jembatan, serta sejumlah fasilitas umum. Ratusan warga kini mengungsi di beberapa lokasi aman.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Sitaro, pemerintah pusat dan daerah membahas transisi dari masa darurat ke pemulihan. Fokus diarahkan pada pendataan korban, perlindungan kelompok rentan, penilaian bangunan di zona rawan, serta rencana relokasi warga ke lokasi yang lebih aman.
BNPB menegaskan komitmennya mendampingi pemerintah daerah hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk dukungan Dana Tunggu Hunian bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
