SULUTVIRAL.INFO – Kodim 1302/Minahasa memperkuat strategi ketahanan pangan daerah dengan mengoptimalkan peran Kompi Produksi sebagai motor penggerak sektor produktif.
Satuan ini bergerak langsung di lapangan. Prajurit TNI AD mengelola lahan produktif dan mendampingi masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, personel Koramil di bawah jajaran Kodim 1302/Minahasa mulai melakukan pendampingan intensif kepada warga. Mereka turun ke wilayah binaan dan berkoordinasi dengan kelompok tani serta peternak lokal.
Langkah ini menjadi respons konkret atas program ketahanan pangan nasional yang menuntut aksi nyata di daerah.
Kompi Produksi Jadi Instrumen Strategis
Komandan Kodim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura Ageng F. S., menegaskan bahwa Kompi Produksi memegang peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan.
Ia menyebut langkah ini harus terhubung dengan kebijakan stabilisasi harga dan distribusi, seperti gerakan pangan murah yang digelar Bulog melalui program Gerakan Pangan Murah Ramadhan 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat.
“TNI AD hadir sebagai motor penggerak perubahan. Karena TNI adalah bagian dari rakyat, kami harus hadir memberikan solusi nyata yang membawa manfaat ekonomi,” ujar Letkol Inf Bonaventura.
Menurutnya, Kompi Produksi bukan sekadar unit administratif, tetapi instrumen strategis yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Optimalisasi Lahan Tidur
Kodim 1302/Minahasa memfokuskan gerakan pada pengoptimalan lahan tidur agar kembali produktif dan bernilai ekonomi.
Upaya ini sejalan dengan langkah pemerintah daerah yang menghadirkan program pangan murah di Minsel guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjangkau bagi warga.
Prajurit membantu membersihkan dan mengolah lahan, sekaligus berdiskusi dengan petani mengenai pola tanam yang efektif. Pendekatan ini mendorong peningkatan hasil produksi secara berkelanjutan.
Integrasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan
Kodim 1302/Minahasa menerapkan konsep integrasi sektor dalam satu ekosistem produksi yang saling mendukung.
Sinergi ini sejalan dengan penguatan distribusi komoditas strategis nasional, termasuk upaya kawal distribusi jagung untuk menjaga rantai pasok tetap stabil.
Melalui integrasi tersebut, hasil pertanian dapat mendukung kebutuhan pakan ternak, sementara limbah ternak dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Sistem ini meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas nilai tambah.
Bangun Kemandirian dan Keberlanjutan
Pendampingan masyarakat menjadi pilar utama dalam strategi ketahanan pangan Kodim 1302/Minahasa.
Langkah ini juga sejalan dengan dorongan penguatan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing lebih luas, sebagaimana semangat yang diangkat dalam program UMKM tembus pasar global.
Prajurit membimbing kelompok tani untuk merencanakan produksi dan mengelola distribusi secara mandiri. Dengan demikian, warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Strategi ini mempertegas komitmen Kodim 1302/Minahasa dalam mewujudkan daerah yang mandiri dan sejahtera dari sektor pangan.
