SULUTVIRAL.INFO — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus memperkuat akses pendidikan nonformal melalui revitalisasi infrastruktur.
Hal ini ditandai dengan peresmian ruang kelas baru, fasilitas sanitasi, serta penyediaan sarana pendukung pembelajaran di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kaidipang, Jumat (16/1/2026).
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara dalam meningkatkan efektivitas pendidikan di seluruh lapisan masyarakat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Utara, Sirajudin Lasena, melalui pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Kaidipang.
Dalam sambutannya, Sirajudin menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap dinamika zaman.
Menurut dia, fasilitas fisik yang mumpuni harus dibarengi dengan inovasi kurikulum yang mampu menjawab tantangan realitas sosial dan ekonomi.
“Kita tidak boleh hanya terpaku pada pola lama. Pendidikan harus mampu membaca perkembangan di luar sekolah. Esensi keberadaan SKB adalah membentuk keterampilan hidup, sehingga warga belajar siap menghadapi dunia kerja dan memiliki daya saing,” ujar Sirajudin.
Ia juga berpesan kepada pengelola SKB untuk menjaga aset tersebut dengan baik. Fasilitas ini, lanjutnya, adalah bukti konkret sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam memprioritaskan urusan pendidikan bagi warga yang belum terakomodasi di jalur formal.
Kepala SPNF SKB Kaidipang, Yanto Sumaila, menjelaskan bahwa pembangunan ruang kelas baru (RKB) beserta fasilitas lainnya merupakan bagian dari program revitalisasi yang dimulai sejak Agustus 2025. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 616,34 juta.
“Pembangunan ini mendapatkan apresiasi dari kementerian terkait karena dinilai sebagai salah satu pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan tercepat di Indonesia,” kata Yanto.
Berdasarkan data SKB Kaidipang, minat masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan terus meningkat.
Pada tahun 2025, lembaga ini meluluskan 10 orang dari program Paket A, 39 orang Paket B, dan 120 orang Paket C. Sementara itu, untuk tahun ajaran 2026, tercatat sebanyak 225 warga belajar tengah menempuh pendidikan di sana.
Saat ini, operasional SKB Kaidipang didukung oleh 11 aparatur sipil negara dan 18 tutor sukarela. Yanto menegaskan, pihaknya tetap konsisten menjalankan visi sebagai solusi bagi anak-anak yang putus sekolah melalui program pendampingan yang intensif.
“Sesuai slogan kami, ‘Anda putus sekolah, kami solusinya’, kami berupaya memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan,” tambahnya.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran anggota DPRD, staf ahli bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kaidipang, serta tokoh adat setempat. (**)
