SULUTVIRAL.INFO – Fenomena alam menakjubkan kembali terjadi di Sulawesi Utara. Gunung Klabat, gunung tertinggi di provinsi ini, tampak diselimuti awan unik berbentuk berlapis pada sore hari, Jumat, 17 Januari 2026. Pemandangan langka tersebut terlihat jelas dari Jalan SBY, Minahasa Utara, dan langsung menarik perhatian warga.
Awan yang menyelimuti puncak Gunung Klabat tampak membentuk lapisan rapi menyerupai kubah atau topi raksasa. Dengan latar langit biru dan cahaya matahari sore, fenomena ini terlihat dramatis dan berbeda dari biasanya.
Fenomena Awan Unik Gunung Klabat
Gunung Klabat pada sore itu terlihat seolah “mengenakan mahkota awan”. Lapisan awan putih keabu-abuan menutupi puncak gunung, sementara awan tebal lainnya menggantung di bagian lereng.
Bentuk awan yang berlapis dan melengkung halus membuat pemandangan ini tampak seperti lukisan alam. Fenomena seperti ini jarang terjadi dengan bentuk sejelas itu, sehingga banyak warga menyebutnya sebagai salah satu pemandangan Gunung Klabat paling indah dalam beberapa waktu terakhir.
Foto Diambil Sore Hari dari Jalan SBY
Foto fenomena awan unik Gunung Klabat ini diambil pada sore hari, saat matahari mulai condong ke barat. Pencahayaan alami pada waktu tersebut mempertegas kontur gunung dan tekstur awan.
Lokasi pengambilan berada di Jalan SBY Minahasa Utara, jalur utama yang dikenal memiliki sudut pandang langsung ke arah Gunung Klabat. Dari titik ini, siluet gunung tampak jelas dengan latar pepohonan, permukiman, serta infrastruktur jalan.
Beberapa pengendara bahkan terlihat memperlambat kendaraan untuk sekadar menikmati atau mengabadikan pemandangan tersebut.

Disaksikan Warga dan Pengguna Jalan
Fenomena alam ini disaksikan oleh warga Minahasa Utara, pekerja, dan pengguna jalan yang melintas pada sore hari. Dalam waktu singkat, foto Gunung Klabat berselimut awan ini mulai tersebar di media sosial dan grup percakapan warga.
Banyak warganet mengungkapkan kekaguman mereka terhadap pemandangan tersebut.
“Kalau sore biasanya cuma kelihatan gunung biasa, tapi ini awannya unik sekali,” tulis salah satu warga dalam unggahan media sosial.
Mengapa Awan Unik Bisa Terbentuk?
Fenomena awan yang terlihat di Gunung Klabat ini dikenal sebagai awan lentikular. Awan jenis ini kerap muncul di sekitar pegunungan tinggi dengan kondisi atmosfer tertentu.
Awan lentikular terbentuk ketika udara lembap bergerak dan terangkat oleh kontur gunung. Saat udara tersebut naik, suhu menurun dan uap air mengembun, membentuk awan yang tampak berlapis dan simetris.
Kondisi cuaca pada sore 17 Januari dinilai mendukung terbentuknya awan ini, mulai dari kelembapan udara yang cukup tinggi hingga arah angin yang stabil di kawasan Gunung Klabat.
Bagaimana Proses Terjadinya Awan Lentikular
Secara ilmiah, prosesnya dimulai saat angin bertiup dan melewati Gunung Klabat sebagai penghalang alami.
Gunung menciptakan gelombang udara di bagian atasnya. Pada puncak gelombang tersebut, uap air mengembun dan membentuk awan yang tampak seolah diam di tempat, meskipun angin terus bergerak.
Itulah sebabnya awan lentikular sering terlihat statis, berlapis, dan rapi, seperti menempel di puncak gunung. Fenomena ini bisa bertahan singkat atau berlangsung lebih lama, tergantung stabilitas atmosfer.
Daya Tarik Alam Minahasa Utara
Gunung Klabat tidak hanya menjadi ikon geografis Sulawesi Utara, tetapi juga memiliki daya tarik visual dan wisata alam yang kuat. Fenomena awan unik seperti ini semakin mempertegas potensi Minahasa Utara sebagai wilayah dengan lanskap alam yang fotogenik.
Konten visual berbasis fenomena alam, momen aktual, dan foto autentik seperti ini juga memiliki peluang besar untuk menjangkau audiens lebih luas melalui Google Discover.
Momen Alam Langka yang Mengagumkan
Fenomena awan unik yang menyelimuti Gunung Klabat pada sore hari, 17 Januari 2026, menjadi momen yang berkesan bagi warga Minahasa Utara. Di tengah rutinitas harian, pemandangan ini menghadirkan pengalaman visual yang menenangkan sekaligus mengagumkan.
Gunung Klabat kembali menunjukkan pesonanya—tenang, megah, dan penuh kejutan alam yang tak terduga.
