SULUTVIRAL.INFO – Menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara memperkuat strategi pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan. BI menjalankan langkah tersebut melalui implementasi kerangka 4K yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan bahwa penguatan strategi ini menjadi krusial karena masyarakat meningkatkan konsumsi selama Ramadan hingga Idul Fitri. Lonjakan permintaan berpotensi mendorong kenaikan harga jika para pemangku kepentingan tidak mengantisipasinya secara cepat dan terukur.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri biasanya diikuti peningkatan permintaan. Melalui sinergi strategi 4K, kami menjaga keterjangkauan harga dan memastikan pasokan tetap tersedia agar inflasi tetap terkendali,” ujar Joko, Kamis (26 Februari 2026).
BI Jadikan Strategi 4K Kunci Pengendalian Inflasi
BI Sulut bersama pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah menjalankan empat strategi utama secara terintegrasi. Setiap pilar saling memperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga sepanjang periode HBKN.
Perkuat Keterjangkauan Harga
BI memperkuat program Kios Pangan TPID Maju di Pasar Bersehati dan menjadikannya referensi harga bagi kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Selain itu, BI bersama pemerintah daerah menggencarkan Gerakan Pangan Murah dan Fasilitasi Distribusi Pangan untuk menekan biaya logistik serta menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen.
Langkah ini selaras dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Ramadan di Bitung yang mendorong stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Tingkatkan Ketersediaan Pasokan
BI mengembangkan program PATUA atau Petani Unggulan Sulut untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Hingga Februari 2026, BI membina 84 petani yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Para petani binaan menjaga produksi komoditas utama secara berkelanjutan dan memperkuat fondasi ekonomi daerah. Capaian ini mendukung optimisme yang tergambar dalam laporan proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara 2026 yang tetap positif.
Jaga Kelancaran Distribusi
BI bersama pemerintah daerah memantau harga melalui inspeksi mendadak di pasar tradisional. Tim langsung menindaklanjuti setiap temuan agar gangguan distribusi tidak memicu lonjakan harga.
Selain itu, pemerintah daerah memperkuat kerja sama antarwilayah untuk memastikan pasokan pangan mengalir lancar ke seluruh daerah.
Perkuat Komunikasi Efektif
BI menggelar High Level Meeting dan rapat TPID secara rutin. Para pemangku kepentingan membahas perkembangan harga, menyepakati langkah konkret, lalu mengeksekusi kebijakan secara cepat dan tepat sasaran.
Komunikasi intensif ini memastikan setiap kebijakan merespons dinamika pasar selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Ajak Masyarakat Bijak Berbelanja
BI mengajak masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas harga dengan berbelanja secara bijak. Masyarakat membeli sesuai kebutuhan, membandingkan harga sebelum membeli, serta menghindari penimbunan barang agar pasar tetap seimbang.
“Belanja sesuai kebutuhan, membandingkan harga, dan menghindari penimbunan merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga stabilitas harga,” jelas Joko.
Selain itu, BI mendorong masyarakat memanfaatkan metode pembayaran digital seperti QRIS. Sistem ini memberikan kemudahan transaksi sekaligus membantu masyarakat mengontrol pengeluaran secara lebih efektif.
Proyeksikan Inflasi 2026 Tetap Stabil
Bank Indonesia memperkirakan inflasi Sulawesi Utara sepanjang tahun 2026 tetap berada dalam kisaran target nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Namun demikian, BI tetap mewaspadai fluktuasi harga pangan dan peningkatan aktivitas transportasi udara yang berpotensi menekan harga.
BI bersama pemerintah daerah menggelar operasi pasar, menyalurkan bantuan pangan berupa beras, serta menggencarkan Gerakan Pangan Murah untuk menahan lonjakan harga selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Dengan sinergi yang kuat antara BI, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami optimistis inflasi tetap terkendali sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri,” pungkas Joko.
