SULUTVIRAL.INFO – Babinsa Koramil 1302-08/Kawangkoan, Praka Isdar, turun langsung ke lahan pertanian saat mendampingi petani di Desa Tondegesan I, Kecamatan Kawangkoan, Sabtu, 7 Maret 2026.
Praka Isdar memegang benih jagung dan menanamnya bersama warga desa. Ia mendampingi Kelompok Tani Tolu dalam kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026.
Pemandangan itu menarik perhatian warga. Seorang prajurit yang biasanya identik dengan perlengkapan tempur kini bekerja di tengah lahan pertanian.
Babinsa Turun Langsung ke Lahan Petani
Praka Isdar menanam benih jagung bersama petani Desa Tondegesan I. Babinsa Koramil 1302-08/Kawangkoan itu aktif mendampingi kegiatan pertanian warga.
Ia menegaskan bahwa TNI tidak hanya menjaga keamanan wilayah. Babinsa juga membantu masyarakat memperkuat ketahanan pangan desa.
Praka Isdar ingin petani merasakan dukungan nyata dari aparat kewilayahan. Pendampingan seperti ini juga memperkuat stabilitas desa, sebagaimana terlihat dalam kegiatan pendampingan keamanan desa.
“Kami ingin petani merasa tidak sendirian. Kami mengawal kegiatan ini agar target panen tercapai,” ujar Praka Isdar di sela kegiatan.
Sinergi Pemerintah, Polisi, dan Petani
Kegiatan penanaman jagung ini melibatkan berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan. Mereka bekerja bersama di lahan pertanian tanpa sekat jabatan.
Camat Kawangkoan Stenly Umboh hadir memantau kegiatan tersebut. Kapolsek Kawangkoan Ipda Rinto Langi dan Kepala BPP Dwi Pristiani juga mendampingi petani di lapangan.
Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian. Upaya tersebut berjalan seiring dengan langkah TNI yang terus memperkuat produksi pangan daerah melalui peran kompi produksi TNI.
Di tingkat nasional, berbagai kebijakan juga terus mendorong stabilitas sektor jagung, termasuk penguatan sistem distribusi jagung untuk petani.
Harapan Baru bagi Petani Kawangkoan
Perwakilan petani Desa Tondegesan I, Risye Rembet, menyambut baik kehadiran aparat di lahan pertanian. Ia melihat langsung dukungan yang diberikan kepada kelompok tani.
Menurutnya, kehadiran Babinsa memberi motivasi besar bagi petani desa. Mereka merasa pemerintah benar-benar hadir saat petani bekerja di lapangan.
Kegiatan penanaman jagung mulai pukul 15.45 WITA. Para peserta terus bekerja hingga menjelang matahari terbenam.
Kegiatan tersebut selesai pada pukul 17.49 WITA menjelang magrib. Semua pihak berharap langkah ini memicu desa lain di Minahasa untuk memperkuat sektor pertanian.
Antara cangkul petani dan pendampingan Babinsa, harapan baru bagi ketahanan pangan tumbuh di tanah Kawangkoan.
