SULUTVIRAL.INFO – Tawa, sorak, dan langkah kecil penuh percaya diri mengisi Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan. Di momen Hari Jadi ke-23 Kabupaten Minahasa Selatan, anak-anak sekolah dasar menjadi pusat perhatian, membawa warna ceria dalam perayaan ulang tahun daerah yang mereka cintai.

Dengan balutan busana adat, seragam sekolah, hingga kostum kreatif, para siswa tampil penuh semangat dalam Lomba Yel-Yel Edukatif Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah serta Pendalaman Metode Gasing. Perayaan hari jadi tidak sekadar seremonial, tetapi berubah menjadi ruang belajar dan bermain yang bermakna bagi generasi penerus Minahasa Selatan.
Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Ia tampak menyapa dan menyemangati anak-anak yang berdiri rapi, seolah mengingatkan bahwa masa depan Minahasa Selatan tumbuh dari langkah kecil mereka hari ini.
Hari Jadi Daerah, Hari Bahagia Anak-Anak
Peringatan HUT ke-23 Minahasa Selatan tahun ini terasa berbeda. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama perayaan. Lewat yel-yel edukatif, mereka menyuarakan pesan cinta dan kebanggaan terhadap Rupiah dengan bahasa yang polos, jujur, dan penuh energi.
Sorak “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” menggema, menyatu dengan tepuk tangan guru dan orang tua. Di wajah anak-anak, tampak rasa bangga karena diberi ruang untuk tampil dan didengar.
“Anak-anak adalah alasan kita membangun daerah ini. Mereka adalah wajah Minahasa Selatan hari ini dan masa depan,” ujar Bupati Franky Donny Wongkar.
Pesan tersebut sejalan dengan makna Hari Jadi: bukan hanya mengenang perjalanan daerah, tetapi menyiapkan generasi yang akan melanjutkannya.
Belajar Sambil Bermain, Merayakan Ulang Tahun Daerah
Selain lomba yel-yel, anak-anak juga mengikuti pendalaman Metode Gasing, sebuah metode berhitung yang mengedepankan cara gampang, asyik, dan menyenangkan. Angka-angka yang biasanya terasa sulit, berubah menjadi permainan seru yang memancing rasa ingin tahu.
Anak-anak saling menyemangati, tertawa saat mencoba, dan bangga ketika berhasil menjawab. Belajar tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai kegembiraan, selaras dengan semangat ulang tahun daerah.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pembangunan Minahasa Selatan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menumbuhkan kecerdasan, karakter, dan kebahagiaan anak-anaknya.
Hadiah Terindah HUT Minsel: Pendidikan Sejak Dini
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan dasar dan literasi keuangan anak-anak.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Darmawan Tohab Hutabarat, menilai pendekatan edukatif seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi yang cerdas dan bertanggung jawab sejak dini.
“Menanamkan pemahaman tentang Rupiah kepada anak-anak adalah investasi jangka panjang bagi bangsa dan daerah,” katanya.
Membangun Minahasa Selatan dari Langkah Kecil Anak-Anak
Di akhir kegiatan, anak-anak berdiri berdampingan untuk foto bersama. Senyum mereka merekam makna HUT ke-23 Minahasa Selatan: tentang harapan, kebersamaan, dan masa depan yang sedang tumbuh.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa Selatan, Elsje Rosje Wongkar-Sumual, Sekretaris TP PKK Dr. Rine Kawatu-Kaunang, S.P., M.B.A., jajaran pejabat daerah, kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, serta para pelatih Metode Gasing.
Di usia ke-23, Minahasa Selatan tidak hanya merayakan perjalanan waktu. Daerah ini merayakan anak-anaknya—dengan tawa, pembelajaran, dan keyakinan bahwa masa depan dimulai dari hari ini.




