SULUTVIRAL.INFO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Tulude Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe dengan suasana sakral, khidmat, dan penuh makna spiritual.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang sejarah Kepulauan Sangihe sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Upacara Adat Tulude Digelar Khidmat
Pelaksanaan Upacara Adat Tulude Tahun 2026 berlangsung dengan penuh kekhidmatan sebagai wujud ungkapan syukur masyarakat Nusa Utara kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dilestarikan hingga kini sebagai identitas budaya masyarakat Kepulauan Sangihe.
Tulude tidak hanya dimaknai sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai sarana refleksi spiritual dan kebersamaan sosial dalam menyongsong tahun yang baru dengan pengharapan dan semangat persatuan.
Dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara
Upacara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., bersama rombongan. Kehadiran pemerintah provinsi menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal di Kepulauan Sangihe.
Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sekretaris Daerah, serta jajaran pemerintah daerah.
Kehadiran Tokoh Adat dan Masyarakat
Peringatan HUT ke-601 dan Upacara Adat Tulude juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny. Cherry S. Thungari Soeyoenus, S.E., Sekretaris TP-PKK Ny. Agnes Bulahari Walukow, S.E., tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan persatuan dalam menjaga nilai-nilai budaya sebagai warisan bersama.
Pesan Bupati tentang Makna Tulude
Dalam pengantar kata, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., menegaskan bahwa Upacara Adat Tulude merupakan warisan budaya luhur yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan rasa syukur.
“Upacara Adat Tulude adalah warisan budaya masyarakat Nusa Utara yang mengandung nilai spiritual dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum refleksi untuk menyongsong masa depan dengan penuh pengharapan,” kata Bupati Michael Thungari.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Tulude harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kepulauan Sangihe.
Makna Tema Tulude Tahun 2026
Upacara Adat Tulude Tahun 2026 mengusung tema “Pempahuliagê Suralungu Alamatê Kakêndagi Ghenggonalangi” yang bermakna “Bersyukurlah dalam berkat dan rahmat Tuhan.”
Tema ini mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai setiap perjalanan hidup, baik keberhasilan maupun tantangan, sebagai bagian dari pembentukan iman dan karakter. Nilai rasa syukur diharapkan menjadi dasar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Seorang tokoh adat menyampaikan bahwa Tulude merupakan pengingat agar masyarakat senantiasa hidup dalam kebersamaan. “Tulude mengajarkan kita untuk bersyukur dan tetap bersatu dalam menghadapi setiap tantangan,” ujarnya.
Peneguhan Nilai Budaya dalam Pembangunan Daerah
Peringatan HUT ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe menjadi wujud syukur atas perjalanan sejarah panjang daerah yang kaya akan nilai adat dan budaya. Nilai-nilai tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Sangihe juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sulawesi Utara atas kehadiran serta dukungan yang terus diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.



