Kondisi ruas Jalan Ir Soekarno di Kabupaten Minahasa Utara kembali menjadi perhatian publik. Kerusakan di sejumlah titik jalan tersebut memicu beragam keluhan dari masyarakat yang setiap hari melintas.
Bagi warga, jalan ini bukan sekadar jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas harian. Karena itu, ketika kerusakan semakin parah, kekhawatiran masyarakat pun meningkat.
Beberapa pengguna jalan mengaku harus ekstra berhati-hati, terutama saat hujan turun. Lubang jalan yang tergenang air sering kali sulit terlihat dan berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Keluhan Warga Meningkat Akibat Kerusakan Jalan
Masyarakat Minahasa Utara menilai kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Pengguna Jalan Merasa Terancam Keselamatan
Warga sekitar mengungkapkan bahwa kondisi jalan berlubang dan permukaan aspal yang terkelupas kerap membuat pengendara motor terjatuh. Sementara itu, pengemudi mobil mengeluhkan kerusakan kendaraan akibat benturan dengan jalan rusak.
“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Sudah banyak yang hampir jatuh,” ujar salah satu warga yang rutin melintas di ruas tersebut.
Situasi ini membuat masyarakat mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret, bukan hanya perbaikan sementara.

Dinas PU Sulut Beri Penjelasan ke Publik
Menanggapi sorotan masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Utara akhirnya memberikan penjelasan resmi.
Kepala Dinas PU Sulut, Deicy Paat, menegaskan bahwa Jalan Ir Soekarno Minahasa Utara merupakan kewenangan pemerintah provinsi, sehingga penanganannya menjadi tanggung jawab Pemprov Sulut.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap kerusakan jalan yang dikeluhkan warga.
Perbaikan Darurat Sudah Dilakukan, Namun Tak Bertahan Lama
Menurut Deicy Paat, Dinas PU Sulut telah beberapa kali melakukan penanganan di ruas jalan tersebut.
Beban Lalu Lintas Jadi Tantangan Utama
Pada akhir tahun 2025, pihaknya bahkan melakukan perbaikan darurat menggunakan material trimix di sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
Namun, hasil perbaikan darurat tersebut tidak mampu bertahan lama. Tingginya volume kendaraan, termasuk kendaraan bertonase besar, menjadi faktor utama penyebab kerusakan kembali terjadi.
Selain itu, kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi turut mempercepat kerusakan lapisan jalan.
“Kami sudah melakukan penanganan darurat, tetapi karena lalu lintas padat dan faktor cuaca, kerusakan kembali terjadi,” jelas Deicy Paat, Selasa (20/01/2026).

Kepastian Perbaikan Permanen Disambut Positif Warga
Kabar baik akhirnya datang bagi masyarakat Minahasa Utara. Dinas PU Sulut memastikan bahwa perbaikan permanen Jalan Ir Soekarno akan dilakukan pada tahun 2026.
Anggaran Sudah Tertata di APBD 2026
Deicy Paat mengungkapkan bahwa anggaran perbaikan telah dialokasikan dalam APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026. Saat ini, pihaknya hanya menunggu proses administrasi sebelum masuk ke tahap tender.
“Anggaran sudah tertata di APBD 2026 dan dalam waktu dekat segera proses tender,” tegas Deicy.
Kepastian ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar tidak lagi bersifat sementara.
Harapan Masyarakat: Perbaikan Menyeluruh dan Berkualitas
Masyarakat Minahasa Utara berharap proyek perbaikan nanti benar-benar memperhatikan kualitas dan daya tahan jalan.
Bagi warga, perbaikan permanen bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas ekonomi daerah.
Sambil menunggu realisasi proyek, warga diimbau tetap berhati-hati saat melintas, terutama di musim hujan yang masih sering terjadi.
