SULUTVIRAL.INFO – BPJS Kesehatan memastikan layanan JKN mudik Lebaran tetap tersedia selama arus mudik Lebaran 2026 ketika mobilitas masyarakat meningkat di berbagai jalur transportasi nasional.
Gerbang tol mulai padat dan pelabuhan semakin ramai oleh pemudik yang bergerak menuju kampung halaman. Di tengah pergerakan jutaan orang tersebut, BPJS Kesehatan menjaga akses layanan kesehatan agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional tetap memperoleh perlindungan medis selama perjalanan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan selama periode mudik.
“Masyarakat harus tetap merasakan kemudahan layanan tanpa terhalang momentum mudik,” kata Prihati.
Situasi mobilitas tinggi ini juga berlangsung bersamaan dengan berbagai langkah pemerintah menjaga stabilitas nasional menjelang Idulfitri setelah pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Kantor Cabang Tetap Buka Selama Periode Mudik
BPJS Kesehatan membuka layanan kantor cabang secara terbatas untuk menjaga kelancaran layanan JKN mudik Lebaran.
Petugas BPJS Kesehatan melayani peserta pada 18 Maret 2026, 20 Maret 2026, 23 Maret 2026, dan 24 Maret 2026. Kantor cabang beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.
Layanan ini membantu peserta yang membutuhkan bantuan administrasi secara langsung selama masa mudik Lebaran.
Pemerintah juga berupaya menjaga aktivitas masyarakat tetap stabil selama periode tersebut melalui paket stimulus ekonomi menjelang Idulfitri yang bertujuan memperkuat daya beli dan mobilitas nasional.
Dirikan Posko Mudik di Jalur Strategis
BPJS Kesehatan mendirikan delapan posko mudik untuk mendukung layanan JKN mudik Lebaran pada 13 Maret 2026 hingga 16 Maret 2026.
Selain itu, BPJS Kesehatan menempatkan posko di sejumlah titik strategis seperti Pelabuhan Merak, Terminal Pulo Gebang, beberapa rest area di Tol Cipali dan Tol Trans Jawa, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.
Petugas BPJS Kesehatan di posko mudik memberikan informasi layanan kesehatan, konsultasi medis ringan, serta bantuan bagi peserta yang membutuhkan penanganan darurat selama perjalanan.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mendorong peserta memanfaatkan layanan digital agar proses administrasi menjadi lebih mudah.
“Pastikan kepesertaan aktif dan iuran lunas sebelum berangkat agar tidak ada hambatan saat membutuhkan layanan medis,” ujar Akmal.
Peserta dapat memanfaatkan aplikasi Mobile JKN serta layanan WhatsApp PANDAWA untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang ke kantor.
Fasilitas Kesehatan Siap Layani Pemudik
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menjelaskan peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan selama perjalanan mudik.
Pemudik dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama mitra BPJS Kesehatan yang beroperasi di wilayah tempat mereka berada.
BPJS Kesehatan juga menjaga kelanjutan terapi bagi pasien penyakit kronis serta peserta Program Rujuk Balik selama masa mudik.
Untuk kecelakaan lalu lintas, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja sebagai penjamin pertama hingga plafon Rp20 juta. BPJS Kesehatan menanggung selisih biaya pengobatan ketika biaya perawatan melampaui batas tersebut sesuai ketentuan program JKN yang terus diperluas pemerintah menuju target perlindungan JKN nasional.
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia juga menyiagakan layanan rawat inap serta tindakan medis penting seperti hemodialisis selama 24 jam.
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, mengingatkan pemudik untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
“Jaga kondisi tubuh tetap prima,” ujarnya.
Peringatan tersebut menjadi pengingat agar perjalanan pulang tetap aman dan tidak berakhir di ruang instalasi gawat darurat.
