SULUTVIRAL.INFO – Lapas Tahuna terus memperkuat sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi Kepala Lapas Tahuna Kelas IIB, Yosef Leonard Sihombing, ke Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, Senin (26/1/2026).
Kunjungan perdana pimpinan baru Lapas Tahuna itu disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama jajaran pejabat daerah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menandai dimulainya komunikasi intensif antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah kabupaten.
Silaturahmi ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pembinaan warga binaan, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan Lapas Tahuna.
Bangun Komunikasi Awal antara Lapas Tahuna dan Pemda
Dalam pertemuan tersebut, Yosef Leonard Sihombing memperkenalkan diri sebagai pimpinan baru Lapas Tahuna sekaligus memaparkan kondisi terkini lembaga pemasyarakatan yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban di Lapas Tahuna saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif.
Menurut Yosef, komunikasi awal dengan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat dibutuhkan agar berbagai program pembinaan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata.
“Kondisi Lapas Tahuna saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk dapat bekerja sama menyukseskan program-program kerja Lapas, termasuk dukungan Bapak Bupati dalam program ketahanan pangan,” ujar Yosef Leonard Sihombing.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan warga binaan tidak hanya bergantung pada manajemen internal, tetapi juga sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Fokus Pembinaan dan Ketahanan Pangan di Lapas Tahuna
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam silaturahmi tersebut adalah penguatan program pembinaan kemandirian di Lapas Tahuna. Program ini mencakup pelatihan kerja, kegiatan produktif, serta pengembangan sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Kalapas Tahuna menjelaskan, kegiatan ketahanan pangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga melatih keterampilan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah dalam pendampingan teknis dan penyediaan sarana sangat membantu memperluas cakupan program pembinaan. Dengan dukungan lintas sektor, Lapas Tahuna diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian.
Program-program tersebut juga sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Pemkab Sangihe Siap Dukung Program Lapas Tahuna
Menanggapi paparan Kalapas, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung penguatan pembinaan di Lapas Tahuna. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan sangat penting dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Bupati menekankan bahwa warga binaan merupakan bagian dari masyarakat yang harus dipersiapkan agar mampu kembali berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.
“Pemerintah Kabupaten Sangihe akan terus melakukan kerja sama, baik dalam bidang pembinaan kemandirian, pembinaan kerohanian, maupun pelayanan kesehatan bagi warga binaan,” ujar Michael Thungari.
Ia juga meminta agar komunikasi antara Lapas Tahuna dan pemerintah daerah terus dijaga secara intensif, sehingga setiap program dapat diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah.
Perkuat Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Kerohanian
Selain aspek kemandirian, pembahasan juga menyentuh penguatan pelayanan kesehatan dan pembinaan kerohanian di Lapas Tahuna. Kedua sektor ini dipandang sebagai elemen penting dalam membentuk karakter dan kesiapan mental warga binaan.
Bupati Michael Thungari menilai pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan pembinaan. Warga binaan, menurutnya, harus diperlakukan sebagai subjek pembinaan yang memiliki potensi berkembang dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pelayanan kesehatan dan pembinaan rohani di Lapas Tahuna diharapkan semakin terstandar dan mampu menjangkau seluruh warga binaan secara merata.
Harapan Sinergi Berkelanjutan
Di akhir kunjungan, Kalapas Yosef Leonard Sihombing menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Bupati Kepulauan Sangihe beserta jajaran. Ia berharap silaturahmi ini menjadi awal dari kerja sama jangka panjang antara Lapas Tahuna dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Terjalinnya sinergi yang kuat diyakini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peningkatan kualitas pelayanan pemasyarakatan, tetapi juga bagi keberhasilan program pembinaan warga binaan.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Lapas Tahuna diharapkan mampu menjadi lembaga pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
