SULUTVIRAL.INFO – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Utara meningkatkan pengawasan logistik jelang Ramadhan di seluruh pintu masuk utama. Petugas memperketat pemeriksaan di bandara dan pelabuhan untuk menjaga keamanan hayati dan mutu komoditas pangan yang beredar di tengah masyarakat.
Kepala Balai Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, mengerahkan seluruh personel dalam status siaga penuh. Ia memastikan petugas mengawasi arus barang melalui Bandara Sam Ratulangi serta Pelabuhan Manado, Bitung, Tahuna, Siau, dan Melonguane. Selain itu, tim lapangan memeriksa barang bawaan penumpang kapal laut yang berpotensi membawa komoditas tanpa dokumen resmi.
Agus menilai peningkatan mobilitas menjelang Ramadhan menuntut kesiapan ekstra. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menjaga standar biosekuriti tanpa kompromi.
Pengawasan Ketat di Titik Masuk Utama
Petugas karantina memeriksa setiap komoditas secara berlapis. Mereka meneliti kelengkapan dokumen, memeriksa kondisi fisik barang, serta menganalisis potensi hama dan penyakit. Dengan langkah ini, petugas melindungi sumber daya alam hayati Sulawesi Utara dari ancaman penyakit lintas wilayah.
Agus menegaskan bahwa lonjakan distribusi tidak boleh melemahkan pengawasan.
“Lonjakan lalu lintas komoditas di pelabuhan dan bandara tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti,” tegasnya.
Selain itu, penguatan pengawasan ini berjalan selaras dengan langkah pemerintah menjaga stabilitas pasokan melalui program gerakan pangan murah yang membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok saat harga meningkat.
Petugas juga mempercepat koordinasi lintas instansi agar distribusi tetap lancar tanpa mengurangi standar pemeriksaan. Dengan demikian, sistem pengawasan tetap responsif terhadap dinamika lapangan.
Jaminan Keamanan Pangan dan Hayati
Balai Karantina memastikan setiap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan melewati tahapan pemeriksaan ketat sebelum beredar. Petugas menolak komoditas yang tidak memenuhi persyaratan administratif maupun teknis.
Langkah ini melindungi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan daerah dari potensi kerugian besar. Selain itu, masyarakat memperoleh jaminan bahwa bahan pangan yang dikonsumsi telah melalui proses pengawasan resmi.
“Ini menjadi prioritas utama kami dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi pangan yang aman dan berkualitas di seluruh wilayah,” ujar Agus.
Sebelumnya, Karantina Sulut juga menggagalkan upaya penyelundupan satwa laut ke luar negeri. Keberhasilan tersebut mempertegas komitmen aparat dalam menjaga pintu masuk wilayah dari aktivitas ilegal.
Lonjakan Distribusi Saat Ramadhan
Data Best Trust pada Ramadhan 2025 menunjukkan peningkatan signifikan volume pengiriman komoditas. Telur tercatat mencapai 746 ton dibandingkan 592 ton pada periode normal. Frekuensi pengiriman naik dari 470 kali menjadi 770 kali.
Komoditas daging sapi juga meningkat menjadi 14,78 ton dari rata-rata 13,82 ton. Frekuensi pengiriman naik dari 27 kali menjadi 43 kali. Oleh sebab itu, Balai Karantina memperkirakan tren serupa akan kembali terjadi pada Ramadhan tahun ini.
Seorang warga Manado, Rahmat Tumiwa, mendukung langkah pengawasan tersebut.
“Kami merasa lebih tenang karena petugas memastikan bahan pangan yang masuk sudah diperiksa dengan ketat,” katanya.
Antisipasi dan Komitmen Berkelanjutan
Balai Karantina Sulawesi Utara terus memperkuat kesiapan personel dan sistem digital pengawasan. Petugas meningkatkan patroli rutin serta mempercepat proses verifikasi dokumen di lapangan.
Selain itu, penguatan pengawasan ini turut mendukung stabilitas ekonomi daerah sebagaimana terlihat dalam laporan ekonomi Sulut 2026 yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Dengan pengawasan ketat dan konsisten, Karantina Sulut menjaga kelancaran distribusi logistik sekaligus memastikan setiap komoditas memenuhi standar keamanan. Melalui langkah tegas dan terukur, institusi ini memperkuat perlindungan masyarakat serta menjaga ketahanan pangan Sulawesi Utara secara berkelanjutan.
