SULUTVIRAL.INFO – Polda Sulawesi Utara mengerahkan sekitar 1.000 personel untuk membersihkan sampah di kawasan Boulevard Manado, Jumat pagi, 6 Februari 2026. Sejak pukul 06.00 WITA, personel kepolisian menyisir pesisir pantai hingga kawasan Megamas, yang menjadi pusat aktivitas publik dan pariwisata.
Langkah ini menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri terkait pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, Polda Sulut memilih kawasan pesisir sebagai titik aksi karena aktivitas masyarakat di lokasi tersebut sangat tinggi. Kawasan ini juga menopang pertumbuhan sektor wisata, seiring tren wisatawan asing ke Manado naik 19 persen pada tahun 2026.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir menjaga lingkungan hidup.
“Kegiatan ini menindaklanjuti instruksi Presiden dan Kapolri terkait pelestarian lingkungan. Jajaran Polda Sulawesi Utara menggelar kerja bakti di kawasan pesisir pantai Manado,” ujar Awi Setiyono.

Dipimpin Sejak Pagi oleh Pimpinan Polda
Kerja bakti berlangsung sejak pukul 06.00 hingga sekitar 07.00 WITA. Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono.
Selain itu, para pejabat utama Polda Sulut ikut turun ke lapangan. Mereka bergabung bersama personel untuk membersihkan sampah di sepanjang Boulevard Satu hingga kawasan Megamas. Kawasan pesisir ini terhubung dengan berbagai destinasi unggulan Sulawesi Utara, termasuk wisata air panas Golden Green Tondano yang kerap menjadi pilihan wisatawan melepas penat.
Selanjutnya, personel memungut sampah plastik, limbah rumah tangga, serta sisa aktivitas pengunjung yang menumpuk di pesisir dan trotoar. Kegiatan berjalan serentak dan selesai dalam waktu singkat.
Sinergi Jaga Titik Vital Pariwisata
Awi Setiyono menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menyasar titik-titik vital yang berperan sebagai wajah pariwisata Sulawesi Utara. Komitmen menjaga lingkungan juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah mempertahankan standar keselamatan dan kesehatan kerja, seperti saat Pemkab Minahasa raih penghargaan K3 dari Gubernur Sulut.
“Atas perintah Bapak Gubernur, kami mendapat titik di jalan Boulevard Satu dan kawasan Megamas. Alhamdulillah, sekitar pukul 07.00 WITA kawasan sudah terlihat jauh lebih bersih,” jelasnya.
Dengan demikian, kepolisian berharap kerja bakti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan kolektif.

Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat
Selain membersihkan sampah, Polda Sulut juga mendorong perubahan gaya hidup masyarakat. Menurut Wakapolda, pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai membawa perlengkapan pribadi yang ramah lingkungan. Kesadaran kolektif ini penting agar Manado tidak hanya dikenal lewat agenda besar seperti event Sulut Kingdom of Myth yang curi perhatian publik, tetapi juga karena kebersihan dan kenyamanannya.
“Kita harus membiasakan diri menggunakan tempat minum yang sehat, bukan yang sekali buang. Yang paling utama adalah edukasi membuang sampah pada tempatnya,” tambah Awi Setiyono.
Jaga Kenyamanan Kawasan Publik Manado
Kawasan Boulevard dan Megamas Manado menjadi ruang publik favorit warga dan wisatawan. Setiap hari, masyarakat memanfaatkan area ini untuk bersantai, berolahraga, dan menikmati panorama laut.
Sejalan dengan itu, Wakapolda mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama.
“Ini daerah wisata, tempat berkumpulnya masyarakat Sulawesi Utara dan wisatawan asing. Mari kita hidup sehat dan bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tutupnya.
Melalui kerja bakti ini, Polda Sulut menunjukkan peran aktif di luar tugas keamanan. Aksi langsung di lapangan memperlihatkan komitmen menjaga lingkungan sekaligus merawat wajah pariwisata Manado.
