SULUTVIRAL.INFO – Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang memimpin langsung kerja bakti di kawasan Malalayang Beach Walk 2 dan pesisir Pantai Sindulang Satu, Jumat (13/2/2026). Melalui aksi nyata itu, keduanya menggerakkan seluruh jajaran Pemkot Manado untuk menata wajah pesisir sebagai etalase Gerakan ASRI di ibu kota Sulawesi Utara.
Sejak pagi, Andrei dan Richard menyisir area pasir hingga bibir laut. Selain itu, mereka mengajak ASN memungut sampah plastik dan membersihkan saluran air di sekitar pantai. Dengan langkah tersebut, Pemkot Manado menegaskan komitmen menjaga kawasan pesisir sebagai ruang publik yang aman, sehat, resik, dan indah.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan program Presiden Republik Indonesia yang mendorong kebersihan dan ketertiban lingkungan. Namun demikian, Pemkot Manado tidak berhenti pada slogan. Karena itu, Andrei memilih turun langsung ke lapangan agar seluruh jajaran bergerak dalam visi yang sama.
“Manado memiliki garis pantai yang menjadi kebanggaan warga. Karena itu, kita harus menjaga pesisir sebagai wajah kota dan ruang hidup bersama,” tegas Andrei Angouw di sela kegiatan.
Pantai Jadi Wajah Kota dan Penggerak Ekonomi
Sebagai kota pesisir, Manado memegang peran strategis di Sulawesi Utara. Oleh sebab itu, Pemkot melihat Malalayang dan Sindulang bukan sekadar lokasi kerja bakti, melainkan simbol identitas kota dan magnet ekonomi baru.
Selain menjaga kebersihan, Pemkot juga mendorong penguatan sektor usaha lokal di sekitar kawasan publik. Program UMKM naik kelas menjadi salah satu langkah konkret memperkuat daya saing pelaku usaha di Manado. Dengan demikian, kebersihan pesisir ikut berdampak pada perputaran ekonomi warga.
Sementara itu, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang menekankan pentingnya konsistensi. “Kita ingin budaya bersih menjadi karakter warga. Oleh karena itu, pemerintah memberi contoh lebih dulu,” ujarnya.
Strategi Lingkungan dan Tata Kota Berkelanjutan
Selain mempercantik kawasan, Pemkot Manado menargetkan perlindungan ekosistem laut secara berkelanjutan. Karena itu, tim kebersihan mengangkut sampah plastik yang berpotensi mencemari perairan. Selanjutnya, dinas teknis memetakan titik rawan agar penanganan berlangsung rutin dan terukur.

Di sisi lain, penataan kawasan publik juga membutuhkan ketegasan aturan. Pemkot konsisten menjaga keteraturan melalui kebijakan seperti penertiban PKL. Dengan langkah tersebut, ruang publik tetap nyaman tanpa mengurangi hak warga untuk beraktivitas.
Lebih luas lagi, gerakan ini selaras dengan arah pembangunan daerah di tingkat provinsi. Dalam forum strategis sebelumnya, kepala daerah se-Sulawesi Utara menyatukan arah kebijakan dalam rapat kerja gubernur. Oleh karena itu, Manado mengambil posisi aktif mendukung agenda lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kota Manado, dr. Steaven Dandel, MPH., hadir bersama seluruh jajaran sebagai bentuk konsolidasi birokrasi. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah memastikan setiap OPD bergerak dalam satu komando.
Kepemimpinan Turun Langsung dan Pesan Moral
Kerja bakti tersebut memperlihatkan pola kepemimpinan berbasis aksi. Selain membersihkan pantai, Andrei dan Richard berdialog dengan warga sekitar. Dengan cara itu, pemerintah membangun komunikasi langsung sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.
Kegiatan ini mengirim pesan moral bahwa pejabat publik harus hadir di tengah warga. Karena itu, Pemkot Manado menempatkan pesisir sebagai simbol komitmen kolektif menjaga lingkungan.
Dengan demikian, Gerakan ASRI di Manado tidak berhenti pada seremoni. Sebaliknya, Andrei dan Richard menjadikan pesisir sebagai ruang edukasi, ruang ekonomi, dan ruang kebanggaan daerah. Jika konsistensi terus terjaga, maka Manado dapat tampil sebagai kota pesisir percontohan Gerakan ASRI di tingkat nasional.


