SULUTVIRAL.INFO – Di Ruang Maesa, Jumat, 13 Februari 2026, AKBP Steven J.R. Simbar S.I.K.,.meletakkan garis tegas.
Kapolres Minahasa itu tidak sedang bicara soal angka kriminalitas, melainkan tentang sesuatu yang lebih fundamental, kepercayaan publik yang kerap luruh akibat lambatnya informasi.
Ia memerintahkan jajarannya untuk memangkas birokrasi informasi.
Batasnya cuma satu jam. Lewat dari itu, asumsi liar di media sosial biasanya sudah telanjur membeku menjadi “kebenaran” di benak warga.
“Jangan sampai data yang masih asumsi telanjur dianggap fakta karena kita telat memberikan klarifikasi,” ujarnya di hadapan para pejabat utama dan jurnalis Biro Minahasa.
Langkah percepatan klarifikasi ini sejalan dengan komitmen penegakan disiplin dan keterbukaan, sebagaimana terlihat dalam agenda Operasi Keselamatan Samrat 2026 yang menekankan edukasi dan transparansi kepada publik.
Vitamin Bernama Kritik
Bagi Steven, hubungan polisi dan pers bukan sekadar kemitraan formalitas. Ia menyebut berita kritis sebagai “vitamin”.
Sebuah pengakuan yang jarang keluar dari mulut pemegang komando, yang biasanya alergi terhadap sorotan tajam.
Namun, ada batas yang ia gariskan, kritik harus berdiri di atas fakta, bukan fitnah yang dipaksakan. Ia mengajak pers menjadi cermin bagi kegelisahan warga, mulai dari knalpot brong yang bising hingga perilaku anggota di lapangan.
Tanpa Tebang Pilih
Ujian marwah sebuah institusi seringkali datang dari dalam. AKBP Steven sadar akan hal itu. Ia menegaskan tidak akan memasang badan untuk personel yang menyimpang.
“Saya tidak akan melindungi anggota yang betul-betul salah,” tegasnya.
Ia meminta pers tidak menutup-nutupi pelanggaran anggotanya, selama prosedur konfirmasi tetap dijunjung.
Baginya, menjaga marwah Polri dan marwah pers adalah dua sisi dari koin yang sama, kejujuran pada fakta.
Di Tanah Minahasa, AKBP Steven sedang mencoba membangun benteng informasi. Bukan untuk menutupi borok, tapi untuk memastikan bahwa di tengah riuh rendah hoaks, suara otoritas hadir tepat waktu, sebelum asumsi memenangkan persepsi.
Komitmen sinergi lintas institusi di Minahasa juga tampak dalam penguatan koordinasi daerah seperti pada agenda sinergi bencana di Kemenko PMK yang menekankan respons cepat dan akuntabel. (nes)
