SULUTVIRAL.INFO – Pemerintah Kabupaten Minahasa menyatakan komitmennya untuk merombak barisan kebijakan daerah demi menyokong visi besar Presiden yang terangkum dalam Asta Cita.
Langkah sinkronisasi ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pemerintahan Umum di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Hadir mewakili Bupati, Vanda menyebut forum yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri ini sebagai momentum krusial.
Baginya, efektivitas pembangunan nasional bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil dari ketepatan daerah dalam menerjemahkan kehendak pusat.
“Kami tidak ingin pembangunan di Minahasa berjalan sendiri-sendiri. Arah kebijakan daerah harus menjadi bagian integral dari kemajuan nasional,” ujar Vanda.
Ia menekankan bahwa implementasi program prioritas Presiden hanya bisa dieksekusi secara tepat sasaran jika pemerintah daerah memiliki kesiapan narasi dan aksi yang searah.
Senada dengan Vanda, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, saat membuka Rakornas, memberikan peringatan keras.
Ia menyoroti bagaimana “sekat-sekat birokrasi” kerap menjadi sandungan utama bagi akselerasi pembangunan. Tanpa kolaborasi yang organik antara pusat dan daerah, visi besar pemerintah diprediksi hanya akan melambat di jalur birokrasi yang panjang.
Menanggapi alarm dari Kemendagri tersebut, Vanda yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol Minahasa bergerak cepat. Ia berencana segera menginstruksikan koordinasi vertikal dan horizontal di seluruh perangkat daerah di Minahasa.
“Setiap arahan pusat akan kami preteli menjadi program kerja konkret. Targetnya jelas: manfaat Asta Cita harus mendarat langsung di tangan masyarakat, bukan tertahan di meja pejabat,” kata Vanda.
Pemerintah Kabupaten Minahasa kini memikul mandat untuk membuktikan bahwa sinergi bukan sekadar jargon seremonial, melainkan mesin penggerak kesejahteraan di tingkat lokal.(nes)
