SULUTVIRAL.INFO – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia melalui percepatan penurunan angka tengkes atau stunting.
Langkah strategis ini dilakukan dengan menyelaraskan kebijakan daerah melalui Perencanaan Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) bersama pemerintah pusat.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar melakukan audiensi langsung dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Pertemuan tersebut fokus pada instrumen strategis untuk membangun keluarga berkualitas yang berkelanjutan di Minahasa Selatan.
Franky menegaskan bahwa intervensi terhadap keluarga berisiko stunting di wilayahnya memerlukan sinergi yang terencana dan berkesinambungan.
Ia menyadari bahwa tantangan di lapangan memerlukan dukungan lintas sektor, terutama dari sisi kelembagaan dan pendanaan.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Intervensi harus dilakukan secara terintegrasi karena masih adanya keluarga yang masuk kategori berisiko stunting di Minahasa Selatan,” ujar Franky.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Minahasa Selatan juga mengajukan dukungan penguatan pendanaan pusat melalui Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Tahun Anggaran 2026.
Dukungan ini dinilai krusial untuk memastikan program-program di tingkat akar rumput tetap berjalan optimal.
Sejauh ini, Minahasa Selatan telah menginisiasi sejumlah program untuk menekan angka stunting.
Beberapa di antaranya adalah inovasi lokal seperti GENTING dan GATI, serta penguatan peran Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Tim Pendamping Keluarga.
Selain menyasar usia produktif, Pemkab juga memperhatikan ketahanan keluarga melalui program Sekolah Lansia serta intensifikasi kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat luas.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya:
Arthur Donald Tumipa, Plt. Asisten Administrasi Umum (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Frely Turangan, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Sonny Makaenas, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Langkah koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target nasional dalam menciptakan generasi emas melalui keluarga yang sehat dan berdaya saing dari pelosok daerah.(**)
