SULUTVIRAL.INFO – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memberi perhatian serius terhadap penanganan stunting di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara. Meski prevalensi masih berada di angka 28,1 persen, daerah ini dinilai memiliki modal sosial kuat untuk mempercepat penurunan secara signifikan.
Data Survei Status Gizi Indonesia 2024 menunjukkan angka stunting Minsel masih melampaui target nasional. Namun, daerah ini mencatat rapor positif sebagai peraih Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Terbaik Tingkat Nasional. Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat intervensi berbasis keluarga dan komunitas.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Perkuat Intervensi Gizi
Komitmen kolaborasi lintas sektor menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini tidak hanya menyentuh aspek kebijakan, tetapi juga pengawalan teknis program gizi di lapangan.
Langkah koordinatif seperti yang dilakukan dalam koordinasi pengawalan progres SPPG oleh Wabup Minut menunjukkan bahwa penguatan layanan pemenuhan gizi memerlukan komunikasi intensif lintas wilayah. Pola ini dinilai relevan untuk direplikasi di Minsel guna memastikan intervensi berjalan efektif dan terukur.
Dapur MBG 3T Dorong Akses Gizi Wilayah Rentan
Selain pendekatan kebijakan, penguatan akses pangan bergizi menjadi strategi penting dalam menekan risiko stunting. Pemerintah daerah terus mendorong distribusi makanan bergizi bagi kelompok rentan, terutama di wilayah terpencil.
Implementasi seperti program dapur MBG di wilayah 3T Minsel memperlihatkan komitmen konkret menghadirkan asupan bergizi secara langsung kepada masyarakat. Intervensi berbasis wilayah ini membantu mempersempit kesenjangan akses gizi dan mempercepat penurunan prevalensi.
Model SPPG Berbasis Komunitas dan Sekolah
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus menyentuh aspek multidimensi. Pendekatan tersebut mencakup kesehatan, sanitasi, pola pengasuhan, dan kondisi sosial keluarga.
Model layanan seperti hadirnya SPPG Modomang bagi warga Dumoga Timur menunjukkan pentingnya dukungan gizi berbasis komunitas dan sekolah. Skema ini mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak.
Perluasan MBG dan SPPG Perkuat SDM Sejak Dini
Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan sekolah. Ia meminta seluruh jajaran menjadi garda terdepan dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Saya sudah memerintahkan semua jajaran wajib menjadi Orang Tua Asuh,” tegasnya.
Perluasan layanan seperti dalam peresmian MBG dan SPPG Boroko-Kaidipang untuk 1.088 siswa memperlihatkan bahwa integrasi program gizi mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan kolaborasi konsisten dan intervensi tepat sasaran, Minsel optimistis menurunkan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan.
