SULUTVIRAL.INFO – Seekor paus berukuran besar terdampar dalam kondisi tidak bergerak di perairan dangkal Desa Tarohan Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (13/2/2026). Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga di sekitar pesisir.
Paus tersebut terlihat mengapung tidak jauh dari bibir pantai. Sejak pertama kali warga menemukannya pada pagi hari, tubuh mamalia laut itu tidak menunjukkan pergerakan. Ombak kecil terus menghantam bagian tubuh paus yang berada di perairan dangkal.
Sejumlah warga mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi paus. Mereka mengamati dari jarak aman sambil menunggu arahan dari aparat desa.
“Sejak pagi paus ini berada di situ dan tidak bergerak,” ujar seorang warga Desa Tarohan Selatan.

Aparat Desa Batasi Aktivitas Warga
Pemerintah desa bersama aparat setempat langsung mengamankan area sekitar lokasi terdamparnya paus. Mereka membatasi jarak warga demi menjaga keselamatan dan ketertiban di kawasan pesisir.
Pengamanan ini mengikuti pola penanganan kejadian di wilayah laut Talaud sebelumnya, termasuk saat aparat menangani kejadian kapal terdampar di wilayah Salibabu.
Selain itu, aparat desa juga mengimbau warga agar tidak menyentuh tubuh paus secara langsung. Imbauan ini bertujuan menjaga keselamatan serta mencegah risiko yang tidak diinginkan di lokasi kejadian.
Menunggu Arahan Penanganan Teknis
Hingga siang hari, paus masih berada di lokasi terdampar. Pemerintah desa memilih menunggu arahan teknis dari instansi terkait sebelum mengambil langkah lanjutan.
Koordinasi lintas pihak menjadi prioritas, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan pengamanan wilayah, sebagaimana terlihat dalam langkah pengamanan daerah yang terus diperkuat di Kepulauan Talaud.
Peristiwa ini juga menyorot pentingnya pengelolaan kawasan pesisir di Sulawesi Utara secara berkelanjutan. Pemerintah provinsi mendorong keseimbangan antara aktivitas masyarakat dan perlindungan lingkungan laut, seiring dengan arah penguatan ekonomi Sulut yang tetap memperhatikan aspek ekologi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih memantau kondisi paus sambil menunggu penanganan resmi dari pihak berwenang.
