SULUTVIRAL.INFO – Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, melepas langsung peserta pawai obor Boltim dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Ia memimpin seremoni pelepasan di Lapangan Pondabo, Tutuyan, Senin (16/2/2026) malam. Sejak awal acara, warga memadati lokasi dengan antusias.
Selain itu, pelajar, organisasi kepemudaan, serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Tutuyan ikut ambil bagian. Mereka membawa obor menyala lalu berjalan tertib mengikuti rute yang panitia siapkan.
Dengan demikian, cahaya obor menerangi malam sekaligus menghadirkan suasana religius yang hangat.

Simbol Kesiapan Lahir dan Batin
Dalam sambutannya, Oskar Manoppo menegaskan bahwa pawai obor bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menilai tradisi ini menyimpan makna spiritual yang kuat bagi umat Muslim.
Menurutnya, cahaya obor melambangkan kesiapan lahir dan batin dalam menyambut bulan suci. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga persatuan serta mempererat silaturahmi sepanjang Ramadan.
“Malam ini kita menyalakan obor sebagai wujud kesiapan lahir dan batin menyambut Ramadan. Cahaya yang menyala di tangan para peserta mencerminkan semangat masyarakat Bolaang Mongondow Timur dalam menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan optimisme menyongsong hari-hari penuh keberkahan,” ujar Oskar Manoppo.
Sejalan dengan itu, pemerintah daerah terus memperkuat harmoni sosial melalui berbagai agenda kebersamaan. Sebelumnya, kebersamaan itu juga terlihat dalam momentum Tulude di Boltim yang mempertemukan warga lintas latar belakang.
Ramadan sebagai Momentum Perbaikan Diri
Selanjutnya, Oskar Manoppo mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi. Ia mendorong warga memperkuat nilai keagamaan sekaligus menjaga ketertiban sosial.
“Mari kita sambut bulan suci ini dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan tekad untuk terus membangun Bolaang Mongondow Timur sebagai daerah yang religius, rukun, dan penuh berkah,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat mendukung suasana kondusif selama Ramadan. Ia percaya stabilitas sosial akan mempercepat pembangunan daerah.
Dalam konteks pembangunan, Pemkab Boltim juga aktif memperjuangkan kemajuan infrastruktur melalui sinkronisasi program daerah dengan pemerintah pusat.
Antusiasme Warga dan Dukungan Pemerintah
Di sisi lain, warga Tutuyan menunjukkan partisipasi luar biasa. Mereka melantunkan takbir dan salawat sepanjang pawai berlangsung. Anak-anak hingga orang tua berjalan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Salah satu peserta, Rahmat (32), mengaku rutin mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa pawai obor menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga.

“Setiap tahun kami ikut pawai obor. Selain menyambut Ramadan, kami juga bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan warga lain,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus mendorong penguatan nilai kebersamaan dan pembangunan daerah, sebagaimana terlihat dalam agenda rapat kerja gubernur yang menyatukan arah kebijakan se-Sulut.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Ketua TP-PKK Boltim Ny. Rosita Manoppo-Pobela, serta sejumlah tenaga ahli Bupati. Kehadiran jajaran pemerintah daerah mempertegas dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
Dengan demikian, pawai obor Boltim tidak hanya menjadi tradisi menyambut Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat persatuan, meneguhkan nilai religius, serta menyalakan optimisme masyarakat dalam membangun daerah yang rukun dan harmonis.
