Pembangunan MORR III Perkuat Akses KEK Bitung dan Distribusi Logistik
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara menegaskan pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung serta memperlancar distribusi logistik di wilayah Sulawesi Utara.
Keberadaan MORR III dinilai sangat penting untuk menghubungkan jaringan jalan nasional di Kota Manado dengan tol Manado–Bitung yang telah lebih dahulu beroperasi. Selama ini, keterhubungan antarjalur tersebut belum sepenuhnya optimal sehingga arus kendaraan logistik masih harus menghadapi berbagai kendala ketika melintas di dalam kota.
Kasatker PJN Wilayah I BPJN Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, menjelaskan pembangunan MORR III dirancang sebagai solusi konektivitas jangka panjang menuju kawasan industri di Bitung.
“Pembangunan MORR III menunjang pengembangan KEK Bitung karena tol Manado–Bitung yang sudah dibangun belum terkoneksi langsung dengan MORR,” ujar Ringgo.
Truk Logistik Masih Hadapi Kendala di Dalam Kota
Distribusi Harus Menunggu Malam Hari
Hingga saat ini, truk logistik yang masuk ke jalan tol Manado–Bitung belum dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan industri dan pelabuhan di Bitung. Kendaraan berat tersebut masih harus menunggu waktu tertentu, terutama pada malam hari, untuk melintasi Kota Manado sebelum kembali melanjutkan distribusi.

Kondisi ini kerap menimbulkan antrean, memperpanjang waktu tempuh, serta meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Bagi pelaku usaha, situasi tersebut berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional dan ketepatan waktu pengiriman barang.
Dengan dibangunnya MORR III ruas Kalasey–Winangun, arus kendaraan logistik diharapkan dapat langsung dialihkan ke jalur lingkar tanpa harus memasuki pusat kota.
Seorang warga Winangun menilai keberadaan jalur baru ini akan sangat membantu aktivitas masyarakat.
“Kalau truk tidak lagi lewat dalam kota, jalanan pasti lebih lancar. Kami yang tiap hari beraktivitas di Manado tentu sangat terbantu,” ujarnya.
Tahap Empat Sedang Dilanjutkan
Ruas 2,6 Kilometer Jadi Penghubung Penting
Saat ini, pembangunan MORR III tahap empat tengah dilanjutkan dengan panjang ruas mencapai 2,6 kilometer. Tahapan ini merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap sebelumnya yang secara bertahap membentuk jaringan jalan lingkar di wilayah Manado bagian selatan.
Sebelumnya, pembangunan MORR III tahap satu dan dua masing-masing sepanjang 1,5 kilometer telah diselesaikan. Sementara tahap tiga sepanjang 1,9 kilometer juga telah menghubungkan sejumlah titik strategis di pinggiran kota.
Ruas Kalasey–Winangun yang kini dikerjakan menjadi bagian krusial dalam membentuk jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Minahasa Utara maupun Kota Bitung.
BPJN Sulawesi Utara menargetkan penyelesaian tahap ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi arus lalu lintas antarwilayah sekaligus mengurangi tekanan kendaraan di pusat Kota Manado.
Tahap Lima Jadi Kunci Konektivitas Tol
Target Sambung ke MORR I dan Tol Manado–Bitung
Selain tahap empat, BPJN Sulawesi Utara juga menyiapkan pembangunan MORR III tahap lima sepanjang 3,7 kilometer. Tahapan ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan konektivitas penuh antara MORR III, MORR I, dan tol Manado–Bitung.

Jika tahap lima rampung, kendaraan dari arah Manado dapat langsung mengakses tol menuju Bitung melalui jaringan MORR tanpa harus melewati jalan kota. Koneksi tersebut diharapkan mampu mempercepat arus barang menuju KEK Bitung dan memperkuat peran kawasan tersebut sebagai pusat industri dan logistik nasional.
Akses jalan yang terintegrasi diyakini akan menekan biaya distribusi, meningkatkan daya saing industri, serta menarik minat investasi baru ke Sulawesi Utara.
Urai Kemacetan di Kawasan Malalayang
Jalur Alternatif Kurangi Beban Pusat Kota
Selain mendukung sektor industri, pembangunan MORR III juga berperan penting dalam mengurai kemacetan di kawasan Malalayang, salah satu titik padat kendaraan di Kota Manado.
Selama ini, jalur tersebut menjadi lintasan utama kendaraan menuju Minahasa Utara dan Kota Bitung. Dengan hadirnya jalur lingkar, kendaraan dari dua arah tersebut dapat langsung dialihkan tanpa harus melewati pusat kota.
Pemerintah berharap pengalihan arus ini mampu menurunkan volume kendaraan, meningkatkan kelancaran lalu lintas, serta menciptakan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara
Infrastruktur Jadi Penopang KEK Bitung
Pembangunan MORR III dinilai tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.
KEK Bitung sebagai kawasan industri strategis sangat membutuhkan akses jalan yang cepat, aman, dan terintegrasi. Dengan tersambungnya MORR ke tol, arus logistik dari pelabuhan, kawasan industri, hingga daerah hinterland diharapkan berjalan lebih efisien.
Pemerintah optimistis infrastruktur ini akan mempercepat pengembangan kawasan industri, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
