SULUTVIRAL.INFO — Pemerintah mengajak seluruh kementerian dan lembaga merayakan Idulfitri 1447 H dengan cara yang lebih sederhana. Imbauan pemerintah Idulfitri sederhana ini tidak sekadar soal penghematan, tetapi juga bentuk empati kepada masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan langsung arahan tersebut di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17 Maret 2026). Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan surat edaran sebagai tindak lanjut arahan Presiden.
Imbauan Pemerintah Soal Idulfitri Sederhana
Pemerintah meminta instansi negara menahan diri dalam menggelar kegiatan seperti buka puasa bersama atau open house. Perayaan tetap bisa berlangsung hangat, namun tidak perlu berlebihan.
Langkah ini juga berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas menjelang hari raya, termasuk melalui program stimulus jelang Idulfitri yang difokuskan untuk membantu masyarakat.
Empati di Tengah Kondisi yang Tidak Mudah
Pemerintah melihat masih banyak warga terdampak bencana di berbagai daerah. Situasi ini mendorong perlunya sikap lebih bijak dan sederhana dalam setiap kegiatan.
Selain itu, tekanan global juga ikut memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri. Karena itu, pemerintah ingin aparatur negara memberi contoh melalui langkah yang lebih hemat dan penuh kepedulian.
Semangat ini sejalan dengan suasana Ramadan yang telah ditetapkan melalui penetapan awal Ramadan 1447 H, di mana nilai kebersamaan dan solidaritas semakin terasa.
Fokus pada Pelayanan dan Kebutuhan Masyarakat
Prasetyo Hadi menekankan bahwa tugas utama aparatur negara tetap pada pelayanan publik. Ia meminta kegiatan seremonial yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi.
“Pemerintah mendorong kesederhanaan di lingkungan birokrasi,” ujar Prasetyo Hadi.
Dengan cara ini, anggaran negara bisa lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sikap tersebut juga konsisten dengan pernyataan resmi Mensesneg dalam berbagai kesempatan.
Pemerintah berharap langkah sederhana ini justru memperkuat kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi dan sosial saat ini.
