SULUTVIRAL.INFO – Sebuah kapal penumpang KM Alisa mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis sore, 5 Februari 2026. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA ketika kapal melaju dari Likupang menuju Desa Talise.
Pada saat bersamaan, kerusakan berat menghantam bagian dek dan badan kapal. Retakan serius pada struktur utama langsung membuat body kapal patah di tengah laut hingga membalikkan kapal. Akibatnya, kepanikan penumpang langsung meluas di atas kapal.
Meski situasi berkembang cepat, proses penyelamatan berjalan sigap. Tim evakuasi membawa seluruh penumpang ke tempat aman. Sampai laporan ini terbit, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan laut di wilayah Sulawesi Utara tersebut.

Kerusakan Body Kapal Picu Kepanikan Penumpang
Saat kapal melintas di perairan Pulau Gangga, gangguan serius langsung muncul. Keretakan pada dek kapal kemudian mengganggu keseimbangan kapal secara signifikan.
Dalam hitungan menit, kondisi kapal memburuk dan terbalik di tengah laut. Menyadari situasi darurat, para penumpang segera mengambil langkah penyelamatan. Sebagian penumpang meloncat ke laut, sementara penumpang lain bertahan dengan berpegangan pada badan kapal dan benda terapung.
Sementara itu, gelombang laut terus memperberat situasi di lokasi kejadian. Karena kondisi tersebut, respons cepat dari berbagai pihak menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah risiko lanjutan.

Nelayan dan TNI AL Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi
Tak lama kemudian, nelayan setempat melihat langsung kapal yang terbalik. Dengan cepat, mereka mengarahkan perahu menuju lokasi untuk mengevakuasi penumpang dari laut.
Pada waktu yang sama, unsur TNI Angkatan Laut bergerak menuju titik kejadian. Personel Koarmada VIII segera bergabung dan memperkuat proses penyelamatan.
Selain mengerahkan kapal patroli laut, sejumlah personel terjun langsung ke laut untuk membantu penumpang yang kelelahan. Melalui langkah tersebut, tim gabungan memastikan seluruh penumpang keluar dari area berbahaya.
Selanjutnya, petugas membawa penumpang ke daratan, termasuk Desa Gangga, Desa Tambun, dan Desa Talise, untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan.
Seluruh Penumpang Dipastikan Selamat
Menanggapi insiden tersebut, Kepala BPBD Minahasa Utara, Theodore Lumingkewas, memastikan tidak ada korban jiwa. Melalui keterangannya, ia menegaskan seluruh penumpang selamat dari kecelakaan laut KM Alisa.
“Hingga saat ini, hasil konfirmasi kami menyatakan seluruh penumpang selamat dan tidak ada korban jiwa,” kata Theodore Lumingkewas.
Selain memastikan kondisi penumpang, BPBD Minahasa Utara juga melanjutkan proses pendataan. Untuk itu, tim BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta pemerintah desa guna memastikan data penumpang akurat.
Penumpang Pulang Kampung untuk Acara Adat Tulude
Lebih lanjut, Theodore menjelaskan bahwa mayoritas penumpang KM Alisa berasal dari Desa Talise. Tujuan perjalanan tersebut berkaitan dengan keikutsertaan mereka dalam acara adat Tulude yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (6/2/2026).
Sebagai agenda tahunan, Tradisi Tulude memegang peran penting bagi masyarakat Nusa Utara. Karena alasan itu, banyak warga memilih pulang lebih awal untuk mempersiapkan rangkaian adat dan berkumpul bersama keluarga.
Seiring mendekatnya agenda adat tersebut, jumlah penumpang kapal pun meningkat.
Tim Medis Disiagakan, Korban Jalani Pemeriksaan
Usai tiba di daratan, petugas langsung mengarahkan seluruh penumpang ke pemeriksaan kesehatan awal. Pada tahap ini, tim medis dari unsur TNI AL bersiaga bersama ambulans dan kendaraan operasional.
Melalui pemeriksaan tersebut, petugas medis memastikan tidak ada cedera serius atau gangguan kesehatan akibat paparan laut. Langkah ini sekaligus mendukung penguatan layanan kesehatan masyarakat kepulauan.
Penyelidikan Penyebab Kecelakaan Masih Berjalan
Sementara itu, pihak berwenang terus menyelidiki penyebab kecelakaan KM Alisa. Fokus pemeriksaan mengarah pada kondisi teknis kapal, kelayakan operasional, serta aspek keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan.
Melalui proses tersebut, pihak terkait mengimbau operator kapal penumpang agar meningkatkan standar keselamatan pelayaran, terutama saat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dan melintasi perairan terbuka.


