SULUTVIRAL.INFO — Pemerintah Kabupaten Minahasa terus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui kolaborasi strategis dengan sektor perbankan. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas skala usahanya.
Upaya tersebut ditandai dengan peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Langowan di kawasan Titik Nol (Zero Point) Langowan, Kamis (22/1/2026). Kehadiran layanan perbankan di pusat aktivitas masyarakat ini diharapkan mempercepat inklusi keuangan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Minahasa.
Peresmian dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang bersama jajaran manajemen BNI Wilayah 11. Lokasi kantor yang berada di jantung kota dinilai strategis untuk menjangkau pelaku usaha, pedagang, serta masyarakat umum.

Perbankan Dorong UMKM Naik Kelas
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyampaikan apresiasi atas ekspansi layanan perbankan hingga ke tingkat kecamatan. Menurutnya, kehadiran kantor bank di pusat kota memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi kemudahan transaksi, tetapi juga kepercayaan diri pelaku usaha lokal.
“Kami berharap perbankan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis yang mendampingi pelaku UMKM di Minahasa agar bisa ‘naik kelas’, baik melalui pendampingan maupun dukungan permodalan,” ujar Vanda.
Ia menegaskan, penguatan akses keuangan merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan perbankan, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Potensi Ekonomi Langowan Jadi Pertimbangan
Regional CEO BNI Wilayah 11 (Suluttenggomalut) Didi Suprijanto menjelaskan, pembukaan KCP Langowan didasarkan pada besarnya potensi ekonomi wilayah tersebut. Langowan dinilai sebagai kawasan produktif dengan aktivitas perdagangan dan pertanian yang berkembang pesat.
Menurut Didi, perbankan memiliki peran strategis dalam menyukseskan program pemerintah, terutama dalam memperkuat sektor riil dan UMKM.
“BNI berkomitmen menjadi mitra strategis yang saling menguntungkan bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa,” kata Didi.
Ia menambahkan, kehadiran kantor baru ini diharapkan mampu mempercepat penyaluran pembiayaan, memperluas layanan transaksi, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Transformasi Digital dan Layanan Mandiri
Selain menghadirkan infrastruktur fisik, BNI juga mendorong transformasi layanan digital. Kepala Cabang BNI Tomohon Gracia Esther Karamoy mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas Cash Recycling Machine (CRM) di kantor baru tersebut.
Mesin CRM memungkinkan masyarakat melakukan transaksi setor dan tarik tunai secara mandiri, cepat, dan aman. Fasilitas ini dinilai sangat membantu aktivitas pelaku usaha yang membutuhkan fleksibilitas dalam pengelolaan arus kas.
Gracia menambahkan, layanan digital akan terus diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai di kalangan masyarakat dan pelaku UMKM.
KUR Tetap Jadi Andalan Pembiayaan
Di sisi lain, kemudahan akses modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menjadi prioritas utama. Program pembiayaan bersubsidi ini dinilai efektif menjangkau pelaku usaha kecil yang membutuhkan tambahan modal dengan bunga ringan.
Gracia menegaskan, sinergi dengan pemerintah daerah dalam penyaluran KUR akan terus ditingkatkan guna memastikan inklusi keuangan berjalan optimal di seluruh wilayah Minahasa.
Melalui KUR, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas manajemen usaha, serta memperluas pasar hingga ke luar daerah.
Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Minahasa
Kehadiran KCP BNI Langowan tidak hanya mempercantik wajah kawasan Titik Nol, tetapi juga diharapkan menjadi motor baru percepatan ekonomi daerah. Akses layanan keuangan formal yang mudah, aman, dan terpercaya menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang sehat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perbankan ini diyakini mampu memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Minahasa. Dengan dukungan pendampingan, pembiayaan, dan layanan digital, pelaku usaha lokal berpeluang lebih besar untuk tumbuh, bersaing, dan naik kelas. (**)
