SULUTVIRAL.INFO — Presiden Prabowo Subianto menegaskan semangat Indonesia Incorporated sebagai penggerak utama daya saing nasional. Oleh karena itu, ia mengajak dunia usaha menyatukan langkah dengan pemerintah demi pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut muncul saat Presiden Prabowo menerima audiensi lima pengusaha nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/02/2026) malam. Selain itu, pertemuan ini menegaskan keseriusan pemerintah merespons tekanan ekonomi global.
Sementara itu, suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka. Dengan demikian, pemerintah dan sektor privat membangun kepercayaan untuk mempercepat agenda strategis nasional.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Presiden Prabowo menilai pembangunan nasional menuntut kerja kolektif. Oleh sebab itu, ia menolak pendekatan parsial yang hanya membebankan tanggung jawab pada pemerintah.
Menurut Presiden, Indonesia Incorporated harus menjadi fondasi kolaborasi antara negara, dunia usaha, dan pemangku kepentingan. Dengan pendekatan ini, kebijakan ekonomi bergerak serempak dan saling memperkuat.
“Pemerintah dan dunia usaha harus berjalan dalam satu irama. Kita perlu membangun kekuatan ekonomi terintegrasi untuk memperkuat daya saing internasional,” ujar Presiden Prabowo.
Selanjutnya, Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberi dampak nyata. Dengan kata lain, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga daerah terpencil.
Sejalan dengan itu, pemerintah menguatkan kebijakan penopang melalui paket stimulus ekonomi guna menjaga stabilitas nasional.
Dunia Usaha Dukung Program Prioritas
Menanggapi arahan Presiden, para pengusaha menyatakan komitmen mendukung program prioritas pemerintah. Oleh karena itu, mereka siap mengarahkan investasi ke sektor yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.
Fokus dukungan tersebut mencakup pemenuhan gizi generasi muda melalui program makan bergizi. Selain itu, dunia usaha memperkuat kontribusi pada sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Di sisi lain, pemerintah mendorong percepatan penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan dukungan swasta, program hunian bersubsidi berjalan lebih terukur dan masif.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo mengarahkan penguatan kedaulatan pangan dan energi nasional. Dengan langkah tersebut, ekonomi Indonesia akan lebih tangguh, sejalan dengan agenda swasembada pangan dan energi.
Sektor Riil, UMKM, dan Peran Daerah
Presiden Prabowo secara khusus mendorong dunia usaha memperluas penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan penguatan sektor riil sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Menurut Presiden, industri nasional harus tumbuh beriringan dengan pemberdayaan UMKM. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan ekonomi akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sektor riil adalah tulang punggung kesejahteraan rakyat. Dengan penguatan industri dan UMKM, dampak pertumbuhan ekonomi akan terasa nyata,” tegas Presiden Prabowo.
Pada saat yang sama, pemerintah pusat mendorong sinergi dengan daerah. Sebagai contoh, penguatan ekonomi nasional sejalan dengan upaya daerah menjaga performa ekonomi, seperti yang tercermin pada ekonomi Sulut tumbuh impresif melalui kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha lokal.
Pada akhirnya, pertemuan di Hambalang menjadi pemicu aksi konkret dunia usaha. Dengan semangat Indonesia Incorporated, pemerintah dan swasta menatap tujuan bersama menuju Indonesia yang berdaulat secara ekonomi dan mandiri secara energi.
