SULUTVIRAL.INFO — Rotasi jabatan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Bitung memicu perhatian publik. Sejumlah lurah berprestasi justru mengalami pergeseran posisi meski telah mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Data terbaru per Sabtu (21/2/2026) menunjukkan sedikitnya empat lurah terdampak kebijakan tersebut. Mereka tidak memperoleh promosi jabatan, melainkan dipindahkan ke posisi lain yang setara.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait arah kebijakan rotasi pejabat. Terlebih, para lurah tersebut sebelumnya dikenal memiliki capaian yang membanggakan.
Empat Lurah Berprestasi Terdampak Rotasi
Pemerintah Kota Bitung melakukan rotasi terhadap empat lurah yang sebelumnya aktif memimpin wilayah masing-masing. Mereka kini menempati jabatan baru di level yang setara, seiring dinamika rotasi jabatan di lingkungan pemerintahan daerah yang juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Sulawesi Utara, termasuk rolling jabatan kepala daerah dan pejabat strategis.
Adapun nama-nama tersebut yakni Praiselia Rebecca Dalensang, Veronique Kumentas, Marlin Lengkong, dan Lucky Runtuwene.

Praiselia sebelumnya menjabat sebagai Plt Lurah Wangurer Timur. Selanjutnya, ia kembali ke jabatan definitif sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di kelurahan yang sama.
Sementara itu, Veronique yang sebelumnya memimpin Kelurahan Girian Weru Dua kini menjabat Kepala Seksi Pemerintahan di Kelurahan Wangurer Utara.
Selain itu, Marlin Lengkong berpindah dari Lurah Tanjung Merah menjadi Kepala Seksi Pelayanan Umum di Kecamatan Matuari.
Selanjutnya, Lucky Runtuwene yang sebelumnya menjabat Lurah Duasudara kini mengemban tugas sebagai Kepala Seksi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Ranowulu.
Seorang sumber di lingkungan pemerintah daerah menyebut rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi. “Rotasi ini bagian dari kebutuhan organisasi dan penyegaran kinerja,” ujarnya.
Prestasi Nasional Jadi Sorotan
Meski mengalami rotasi, keempat lurah tersebut memiliki rekam jejak prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Praiselia Rebecca Dalensang mencatat prestasi nasional pada tahun 2024. Ia berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang Paralegal Justice Award yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM.

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan sengketa masyarakat secara non-litigasi. Dengan demikian, ia berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman dan sadar hukum.
Selain itu, Praiselia juga sempat menjadi perhatian publik karena menjabat sebagai lurah di usia muda. Ia memulai karier sebagai lurah pada usia 23 tahun.
Sementara itu, Veronique Kumentas juga tampil dalam ajang yang sama dan berhasil masuk 50 besar nasional. Capaian ini terbilang prestisius mengingat peserta mencapai ratusan dari seluruh Indonesia.
Selain itu, Veronique juga membawa Kelurahan Girian Weru Dua meraih juara tiga nasional lomba Satkamling pada 2023. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.
“Prestasi ini lahir dari kerja sama kuat antara pemerintah kelurahan dan unsur keamanan,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Capaian Lain yang Mengangkat Nama Daerah
Selanjutnya, Marlin Lengkong juga menorehkan dua prestasi penting selama menjabat Lurah Tanjung Merah.
Ia berhasil membawa wilayahnya menjadi juara pertama Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Utara tahun 2024. Selain itu, Tanjung Merah juga meraih predikat terbaik dalam Program Desa Cantik tahun 2025.
Berkat capaian tersebut, Marlin bahkan mendapat undangan khusus dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Jakarta. Ia turut menghadiri agenda kenegaraan yang dihadiri Presiden Joko Widodo.
Sementara itu, Lucky Runtuwene juga menunjukkan kinerja impresif saat memimpin Kelurahan Duasudara.

Ia sukses meraih juara pertama Lomba Tiga Pilar tingkat Polda Sulawesi Utara dan tingkat Mabes Polri pada 2025. Prestasi ini menegaskan keberhasilan dalam menjaga sinergi antara lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Dengan demikian, keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan kepemimpinan yang kuat, tetapi juga stabilitas keamanan wilayah.
Rotasi Jabatan dan Respons Publik
Rotasi terhadap lurah berprestasi ini kemudian memicu beragam respons dari masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih mendalam.
Selain itu, publik juga berharap pemerintah tetap mempertimbangkan rekam jejak kinerja dalam menentukan posisi jabatan.
Di sisi lain, rotasi jabatan memang menjadi bagian dari dinamika birokrasi. Namun demikian, transparansi dan pertimbangan prestasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Pada akhirnya, keempat lurah tersebut tetap membawa pengalaman dan capaian yang dapat berkontribusi di posisi baru. Oleh karena itu, publik kini menantikan bagaimana mereka melanjutkan kinerja di tempat yang berbeda.
Dengan demikian, rotasi ini tidak hanya menjadi bagian dari penyegaran organisasi, tetapi juga ujian konsistensi dalam menjaga kualitas pelayanan publik di Kota Bitung.
