SULUTVIRAL.INFO – Pendeta Anthonius Dan Sompe berdiri di balik podium Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Jumat siang, 20 Februari 2026.
Di hadapan ratusan pasang mata, ia menyitir Kitab Nehemia tentang pembangunan tembok yang menuntut doa sekaligus kewaspadaan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa, ayat itu bukan sekadar pelengkap ibadah syukur, melainkan metafora bagi satu tahun kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang.
Genap setahun menjabat, pasangan yang akrab disapa RD-VaSung ini sedang menghitung sisa waktu.
Di atas panggung, Robby memaparkan rapor kerjanya. Etalase kota mulai dipoles, gedung sekolah diperbaiki, dan digitalisasi birokrasi mulai dipacu untuk menyumbat celah inefisiensi. “Ini baru pijakan awal,” ujar Bupati Robby Dondokambey.

Namun, urusan Minahasa bukan hanya soal memoles wajah Tondano. Di balik laporan kemajuan infrastruktur, Bupati Robby Dondokambey menyadari beban ekonomi yang dipikul warga di pesisir dan pegunungan.
Untuk itu, pemerintah mulai mengalihkan fokus pada bantuan alat produksi bagi petani dan nelayan, sebuah upaya untuk menggeser peran masyarakat dari sekadar penonton menjadi pelaku ekonomi aktif.

Targetnya mentransformasi Minahasa menjadi pusat pariwisata yang mandiri. Namun, Bupati Robby Dondokambey paham betul bahwa visi itu mustahil diraih dengan gerak tunggal birokrasi.
Ia meminta soliditas dari seluruh jajaran, mulai dari Forkopimda yang hadir seperti Ketua DPRD Robby Longkutoy hingga Dandim Letkol Inf Bonaventura, hingga para aparat di level desa.

Acara siang itu juga menjadi panggung apresiasi bagi para abdi negara. Sejumlah PNS menerima Satyalancana Karya Satya, tanda kehormatan bagi masa bakti hingga tiga dekade.
Bagi mereka, penghargaan itu adalah sejarah; bagi Robby dan Vanda, itu adalah pengingat bahwa mesin birokrasi harus tetap panas untuk mengejar ketertinggalan di sisa masa jabatan.
Di luar gedung, tantangan nyata menunggu, memastikan deru pembangunan tidak berhenti di atas kertas laporan, tetapi sampai ke dapur-dapur warga di lereng gunung dan tepian pantai. (**)
