SULUTVIRAL.INFO – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat strategi untuk meraih Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026. Bank Indonesia bersama pemerintah pusat menyelenggarakan ajang tersebut sebagai tolok ukur keberhasilan transformasi digital di daerah.
TP2DD Sulut menjalankan empat program kolaborasi utama yang menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Empat Strategi Utama TP2DD Sulut
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, memaparkan empat fokus kolaborasi strategis sepanjang tahun 2026.
Program pertama mendorong kolaborasi dan sinergi untuk memperkuat kemandirian daerah, terutama dalam pengelolaan keuangan serta optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) berbasis digital.
Program kedua meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih cepat dan berdampak langsung kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program ketiga membangun sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan adil dengan dukungan digitalisasi yang terintegrasi.
Program keempat memperkuat efektivitas pelaksanaan kebijakan sekaligus mengoptimalkan monitoring dan evaluasi guna memastikan seluruh agenda berjalan maksimal.
Kebijakan digitalisasi ini selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam pembahasan RTRW Sulut dorong investasi yang memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang Sulawesi Utara.
Persiapan Menuju Championship P2DD 2026
TP2DD Sulut mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah Timur secara daring pada 12 Februari 2026. Seluruh TP2DD kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara menghadiri forum tersebut untuk menyamakan strategi dan target.
TP2DD Sulut menyiapkan laporan kinerja beserta dokumen pendukung melalui Sistem Informasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (SIP2DD) dan menargetkan pengiriman laporan paling lambat 24 April 2026.
Bank Indonesia memberikan pendampingan serta penguatan kapasitas kepada seluruh TP2DD di Sulut agar tim memenuhi standar penilaian secara maksimal.
TP2DD Sulut juga memperkuat sistem transaksi non-tunai melalui program BSG digitalisasi pajak yang mendorong optimalisasi penerimaan daerah dan meningkatkan transparansi keuangan.
Indikator Penilaian Championship
Joko Supratikto menjelaskan bahwa tim penilai membagi penilaian Championship P2DD 2026 ke dalam tiga aspek utama. Tim memberikan bobot 50 persen pada aspek output, 30 persen pada aspek outcome, dan 20 persen pada aspek proses.
Tim penilai juga memasukkan inovasi layanan daerah, penguatan ekosistem digital, serta tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor sebagai indikator tambahan.
Selain itu, tim penilai mengukur percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta peningkatan persentase transaksi non-tunai dari penerimaan PAD yang sah, yang juga tercermin dalam laporan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara 2026 dengan tren positif.
Komitmen Digitalisasi Daerah
TP2DD Sulut terus meningkatkan daya saing daerah sekaligus mempercepat implementasi digitalisasi dalam berbagai sektor pelayanan publik.
Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi agar Sulawesi Utara meraih prestasi terbaik dalam Championship P2DD 2026 serta memastikan digitalisasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
