SULUTVIRAL.INFO – Perayaan Adat Tulude Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) berlangsung meriah dan penuh makna. Pemerintah daerah menggelar kegiatan ini di depan lobi kantor daerah pada Jumat, 20 Februari 2026, sekaligus memperingati satu tahun kepemimpinan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas.
Momentum ini bukan sekadar agenda budaya tahunan. Pemerintah dan masyarakat memanfaatkan perayaan tersebut sebagai ruang refleksi capaian pembangunan selama satu tahun terakhir.
Tulude dan Identitas Masyarakat Sitaro
Tulude merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Nusa Utara yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas. Masyarakat menjaga tradisi ini sebagai simbol syukur sekaligus penguat persatuan.

Bupati Chyntia Kalangit menegaskan bahwa Tulude memiliki makna yang jauh melampaui seremoni.
“Tulude bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang menjadi identitas masyarakat Sitaro,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.
Refleksi Setahun Kepemimpinan
Pemerintah mencatat sejumlah capaian penting selama satu tahun terakhir. Angka kemiskinan turun menjadi 8,32 persen pada periode 2024–2025. Sejak 2024, Sitaro juga keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.
Kepemimpinan daerah terlihat nyata dalam berbagai momentum krisis dan pemulihan. Salah satunya tercermin dalam agenda tanggap darurat Sitaro yang memperlihatkan kehadiran langsung pemerintah bersama masyarakat.
Meski demikian, pemerintah tetap fokus menangani 5.640 jiwa yang masih tergolong miskin pada 2025 melalui program pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial.
Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan Tata Kelola
Pertumbuhan ekonomi Sitaro menunjukkan tren positif. Tahun 2024 mencatat angka 4,93 persen dan meningkat menjadi 5,63 persen pada triwulan III tahun 2025.
Selain itu, pemerintah memperkuat tata kelola dan akses layanan publik melalui berbagai bentuk sinergi Pemkab Sitaro dengan instansi vertikal dan pemerintah pusat.
Di sektor infrastruktur, pemerintah menghadirkan listrik PLN 24 jam di wilayah Buhias. Pemerintah juga meningkatkan layanan air bersih melalui SPAM, merevitalisasi PDAM, serta membangun jalan dan jembatan untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
Pendidikan dan Prestasi Olahraga
Pemerintah daerah memperkuat sektor pendidikan dengan menghadirkan Smart Board di 101 SD dan 24 SMP. Langkah ini mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital dan menyiapkan generasi muda yang adaptif.
Di bidang olahraga, pemerintah memperkuat pembinaan atlet melalui momentum pelantikan KONI Sitaro 2026. Struktur organisasi yang solid mendorong peningkatan prestasi daerah.
Pada Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara 2025, Sitaro naik ke peringkat ke-8 dari sebelumnya posisi ke-11. Kontingen berhasil meraih 59 medali, terdiri dari 13 emas, 19 perak, dan 27 perunggu.
Penghargaan dan Inovasi Daerah
Selama satu tahun terakhir, Pemkab Sitaro meraih opini WTP untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Pemerintah juga menerima penghargaan di bidang pendidikan, pengelolaan keuangan daerah, serta Indeks Reformasi Hukum kategori A.
Di sektor kesehatan, pemerintah mencapai 100 persen imunisasi HPV pada 2025 serta menempati posisi terbaik kedua dalam penurunan angka stunting di Sulawesi Utara.
Bupati Chyntia Kalangit menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut lahir dari kerja bersama.
“Semua pencapaian ini adalah hasil kerja bersama. Momentum Tulude harus menjadi penguat semangat kita untuk terus membawa Sitaro ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat dan generasi muda menjaga budaya sekaligus terus berinovasi demi masa depan Sitaro yang lebih maju.
