SULUTVIRAL.INFO – Semangat gotong royong dan solidaritas lintas lembaga di Sulawesi Utara kembali ditunjukkan dalam upaya membantu masyarakat terdampak bencana alam. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menerima bantuan kemanusiaan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado untuk korban banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Rabu (14/01/2026) di lobi Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado. Bantuan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Turut mendampingi Wagub dalam kegiatan ini, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut, Fransiskus Manumpil, bersama jajaran pejabat terkait dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut.
Bantuan PTUN Manado untuk Korban Banjir Sitaro
Bantuan yang disalurkan PTUN Manado mencakup berbagai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak banjir bandang. Mulai dari logistik pangan, bahan kebutuhan harian, hingga perlengkapan darurat lainnya.
Pihak PTUN Manado menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan, bukan sekadar kewajiban formal sebagai institusi negara. PTUN ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit akibat bencana alam.
Langkah ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa lembaga peradilan juga memiliki peran strategis dalam membantu penanganan bencana dan pemulihan sosial.
Apresiasi Wagub Victor Mailangkay
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PTUN Manado atas kepedulian dan inisiatif cepat dalam membantu korban banjir di Sitaro.
Menurutnya, kekuatan utama Sulawesi Utara dalam menghadapi bencana tidak hanya terletak pada pemerintah, tetapi pada solidnya kolaborasi antar-instansi dan seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam situasi darurat. Kolaborasi lintas lembaga akan mempercepat proses penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak,” ujar Victor Mailangkay.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dan dukungan kemanusiaan.
Tantangan Distribusi ke Wilayah Kepulauan
Wagub Victor Mailangkay juga menyoroti tantangan geografis dalam proses distribusi bantuan menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro. Sebagai wilayah kepulauan, akses logistik membutuhkan koordinasi dan perencanaan yang matang.
Meski demikian, Pemprov Sulut memastikan bahwa seluruh bantuan akan disalurkan dengan baik, tepat sasaran, serta melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga agar jalur distribusi bantuan tetap terbuka, meskipun menghadapi kondisi alam dan cuaca yang tidak selalu bersahabat.
Sitaro Jadi Prioritas Pemulihan Pemprov Sulut
Fokus Penanganan Pascabanjir Bandang
Wagub Victor Mailangkay menegaskan bahwa banjir bandang di Sitaro saat ini menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Sulut dalam agenda pemulihan daerah.
Penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan ekonomi masyarakat menjadi fokus yang terus dikawal oleh pemerintah.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, sektor swasta, komunitas sosial, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus memupuk semangat gotong royong.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita di Sitaro,” katanya.
Solidaritas Jadi Modal Sosial Terbesar
Menutup penyampaiannya, Victor Mailangkay menekankan bahwa solidaritas dan kebersamaan merupakan modal sosial terbesar dalam menghadapi dan bangkit dari bencana.
Menurutnya, pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Solidaritas dan kebersamaan adalah kekuatan utama kita. Dengan kebersamaan, masyarakat Sitaro akan lebih cepat bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkasnya.
Komitmen Pemprov Sulut Dampingi Warga Sitaro
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan akan terus mendampingi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro hingga seluruh aktivitas sosial dan roda perekonomian kembali berjalan normal.
Pemprov Sulut juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pemulihan pascabencana, sebagai bagian dari komitmen membangun Sulawesi Utara yang tangguh dan berdaya menghadapi bencana.
