SULUTVIRAL.INFO – Kodim 1302/Minahasa menegaskan komitmennya mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang terukur dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut menguat saat Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1302/Minahasa, Mayor Inf Daeng Pasaka, S.E., menghadiri Forum Konsultasi Publik penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Minahasa Tahun 2027 di Kantor Bupati, Kamis (5/2/2026).
Hadir mewakili Dandim Letkol Inf Bonaventura Ageng F. S., Mayor Daeng Pasaka menegaskan kesiapan TNI bersinergi sejak tahap perencanaan agar setiap program pembangunan berjalan tepat sasaran.
TNI Kawal Perencanaan Sejak Awal
Mayor Daeng Pasaka menyampaikan keterlibatan Kodim bertujuan memastikan agenda pembangunan daerah berjalan seiring dengan stabilitas keamanan wilayah.
Ia menilai forum konsultasi publik menjadi ruang strategis untuk menyatukan pandangan pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat.
“Sinergitas lintas sektor adalah kunci. Kami siap mengawal program ini agar tepat sasaran, menyentuh kebutuhan rakyat, dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Mayor Daeng Pasaka.
Peran TNI tersebut sejalan dengan penguatan stabilitas wilayah yang menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan.
Lima Prioritas Pembangunan Minahasa 2027
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa memetakan lima isu utama sebagai prioritas pembangunan ke depan.
Pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama daya saing daerah. Selanjutnya, pemerintah mendorong penguatan ekonomi lokal agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
Pemkab Minahasa juga memprioritaskan pemerataan infrastruktur, termasuk perbaikan akses jalan dan fasilitas publik. Isu ini sejalan dengan sorotan publik terhadap kondisi jalan provinsi yang memengaruhi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Dua agenda lainnya mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Kolaborasi TNI, Polri, dan Akademisi
Forum konsultasi publik ini melibatkan jajaran Kodim 1302/Minahasa, Polri, akademisi, serta perangkat daerah secara aktif.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan melahirkan perencanaan yang matang, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Seorang akademisi menilai forum ini penting agar kebijakan pembangunan tidak elitis dan tetap berpijak pada kondisi lapangan.
Pendekatan partisipatif tersebut selaras dengan komitmen jaga transparansi dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Stabilitas Wilayah Jadi Modal Pembangunan
Kodim 1302/Minahasa menempatkan stabilitas wilayah sebagai modal utama keberhasilan pembangunan jangka menengah.
TNI berkomitmen menjaga keamanan agar program pemerintah berjalan tanpa gangguan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah konkret menuju Minahasa yang lebih sejahtera, aman, dan berdaya saing seiring percepatan target RKPD 2027.


